#FermentationProject - Fermenting Kombucha š¹āØ
A little story from last week šš«§
Aku sempat ikut Kombucha Brewing Workshop di @ternatea.house dan belajar langsung bagaimana teh bisa berubah jadi living elixir. Dari bikin base tea, kasih SCOBY, sampai nunggu proses fermentasi semuanya terasa seperti seni kecil yang butuh kesabaran & perhatian.
Biasanya aku lebih sering bikin makanan fermentasi sendiri di rumah, tapi ikut workshop ini bikin aku senang banget karena bisa ketemu langsung dengan Kak @rizkiameutiap š¤ Bisa sharing, ngobrol, dan dapat insight baru dari pengalaman beliau dalam menciptakan @ternatea.house dan @kambucha.official rasanya jauh lebih seru daripada fermentasi sendirian dirumah.
Aku juga bawa pulang 1 jar kombucha (3L), dan setelah kurang lebih 7 hari, lanjut masuk ke fermentasi kedua dengan campurin green apple & ginger šāØ
Hasilnya? Kombucha dengan rasa segar, ada sedikit warm & spicy dari jahe. Honestly, it felt so magical to see how a new scoby start to grow during 7 day if fermentation š
Terima kasih banyak Kak @rizkiameutiap yang udah jadi host & guru super sabar di workshop ini.
it was reminder that patience always brings something beautiful. šæāØ
Gimana kalian udh oernah kinum kombucha belum?
Setelah ikut workshop fermentasi teh kombucha, aku jadi makin berani eksperimen sendiri di rumah. Buat kamu yang masih pemula dan penasaran, aku tulis versi pengalaman pribadi yang mungkin bisa jadi panduan santai. Pertama, soal teh yang dipakai. Di workshop, kami pakai teh hitam sebagai base tea karena rasanya lebih bold dan disukai SCOBY. Tapi di rumah aku pernah coba teh hijau juga, hasilnya lebih ringan dan segar. Kalau baru mulai, menurutku mending pakai teh hitam dulu biar fermentasi lebih stabil. Manisnya gula juga penting banget. Awalnya aku takut kombucha jadi terlalu manis, tapi ternyata gula itu makanan utama bakteri baik. Jadi jangan langsung dikurangi terlalu banyak. Biasanya aku pakai kisaran 70ā80 gram gula per liter teh, nanti rasa manisnya akan berkurang seiring fermentasi dan berubah jadi rasa asam-segar. Untuk SCOBY, di workshop aku belajar cara merawatnya biar tetap sehat. Di rumah aku simpan SCOBY di "SCOBY hotel", yaitu jar berisi kombucha matang sebagai tempat ia beristirahat. Dari pengalamanku, jangan terlalu sering diaduk atau diutak-atik, cukup cek permukaan dan pastikan tidak ada jamur (biasanya bentuknya fuzzy dan warna aneh, bukan cokelat transparan). Durasi fermentasi teh kombucha juga bisa disesuaikan selera. Waktu pertama kali coba, aku fermentasi 7 hari, rasanya masih agak manis dan lembut. Pernah juga aku biarkan sampai 10ā12 hari, hasilnya lebih asam dan mirip vinegar tapi masih enak kalau ditambah buah di fermentasi kedua. Jadi sekarang aku selalu cicip sedikit di hari ke-7 untuk menentukan lanjut atau berhenti. Di fermentasi kedua, aku suka banget kombinasikan buah dan rempah. Green apple & ginger jadi favorit karena ada rasa segar plus hangat dari jahe, mirip yang aku bikin setelah workshop. Pernah juga coba campuran strawberry dan lemon, rasanya lebih fruity dan cocok diminum dingin siang hari. Hal lain yang cukup krusial dari pengalamanku: kebersihan. Semua alat seperti jar kaca, saringan, dan botol selalu aku steril dulu dengan air panas. Ini memang agak ribet, tapi sejauh ini membantu mencegah kontaminasi dan bikin fermentasi teh kombucha berjalan lebih aman. Kalau kamu baru pertama kali minum kombucha hasil fermentasi sendiri, saran pribadi: mulai dari porsi kecil dulu, sekitar 100ā150 ml, dan lihat reaksi tubuh. Aku dulu sempat kembung sedikit di awal, tapi lama-lama badan terasa lebih ringan dan pencernaan lebih enak. Intinya, fermentasi teh kombucha menurutku adalah perpaduan antara sains kecil dan seni. Ada proses, ada rasa, ada trial and error. Jangan takut gagal, karena dari tiap batch yang "kurang sempurna" justru aku banyak belajar. Kalau kamu suka eksplorasi minuman sehat, fermentasi teh kombucha ini worth to try banget untuk dicoba di rumah.



























banyak bamget