Ini aku ada endorsean dari desember sampe skrg ga dibayar, udah reach ke beberapa PIC awalnya respon, eh besoknya ngilang
Memang nominalnya ga seberapa, tp tolong dong jangan ga bayar hak orang. Kewajibannya sudah saya kerjain, masa giliran bayar hak KOL kalian menghilang ??
Buat @GOAT MANAGEMENT tolong kerjaannya udah saya kerjain, masa pas waktunya bayar fee malah ngilang kek hantu?
... Baca selengkapnyaJujur, alasan aku share kasus fee 1 juta yang dinego jadi 800 ribu rupiah tapi nggak dibayar-bayar ini bukan cuma karena nominalnya, tapi karena capek banget sama pola kerja sama yang nggak sehat. Awal Desember, kita sudah sepakat harga, produk dikirim, konten TikTok tayang sesuai brief, bahkan ada posting wajib yang sudah aku kerjain. Tapi ketika gilirannya bayar, mulai deh drama: janji “Jumat ya kak”, “lagi antre pembayaran”, “tim akan hubungi”, sampai nomor PIC ternyata diblokir.
Buat kalian yang sering ambil endorse, apalagi di range 1 juta sampai 800 ribu rupiah, menurutku penting banget punya sistem sendiri supaya kejadian kayak gini bisa diminimalisir. Biasakan semua kesepakatan tertulis jelas: fee final, deadline posting, tenggat pembayaran (misalnya maksimal 14 hari setelah konten tayang), serta kontak admin finance yang jelas. Jangan cuma mengandalkan chat WhatsApp yang random tanpa kontrak atau email resmi.
Aku sekarang mulai menerapkan beberapa langkah tiap kali ada penawaran endorse:
1. Minta proposal atau kontrak tertulis
Kalau pun nggak formal, minimal ada dokumen atau email yang menyebutkan: nominal (misal awalnya 1 juta dinego jadi 800 ribu rupiah), tanggal kerja sama, dan kapan pembayaran dilakukan. Ini jadi pegangan kalau nanti perlu follow up ke manajemen.
2. Jangan sungkan minta data lengkap brand/manajemen
Tanya nama perusahaan, alamat kantor, email resmi, dan nomor admin finance. Kalau semua serba pakai nomor pribadi yang suka hilang-hilangan, itu sudah red flag buat aku sekarang.
3. Simpan semua bukti kerja
Aku selalu simpan link konten, screenshot postingan, dan percakapan WhatsApp yang menunjukkan kalau pekerjaan sudah selesai sesuai brief. Ini penting kalau suatu saat harus bikin kronologi, entah untuk dikirim ke manajemen, agensi lain, atau kalau terpaksa dibawa ke ranah hukum.
4. Pasang batas sabar
Dulu aku bisa nunggu berbulan-bulan, sekarang aku kasih batas. Misalnya kalau lewat dari 30–60 hari nggak ada kejelasan pembayaran, aku akan mempertimbangkan untuk tidak bekerja sama lagi dan, kalau perlu, speak up di media sosial dengan tetap jaga etika.
Selain itu, buat KOL pemula yang lagi senang-senangnya dapat endorse di angka 1 juta atau 800 ribu rupiah, jangan lupa hitung juga effort dan risiko. Kalau agensi atau manajemen sudah berkali-kali punya reputasi telat bayar atau nggak transparan, lebih baik pertimbangkan ulang sebelum ambil job. Kadang lebih worth ambil campaign yang fee-nya sedikit lebih kecil tapi manajemennya jelas, daripada nominal lebih besar tapi bikin stres berbulan-bulan.
Aku share detail percakapan WhatsApp dan kronologi ini supaya jadi referensi buat teman-teman KOL lainnya. Kita sudah menjalankan kewajiban, brand atau manajemen juga seharusnya menjalankan hak kita sebagai talent. Semoga ke depan kerja sama endorse di angka 1 juta sampai 800 ribu rupiah dan seterusnya bisa lebih profesional, transparan, dan nggak ada lagi cerita fee yang "ngantre" tanpa ujung.