Mendalami perasaan anak agar tidak ego
Kadang dari satu jawaban sederhana, kita bisa tahu seberapa aman anak merasa berada di dekat kita. Kalau anak takut salah, mungkin selama ini kita terlalu sering menuntut. Kalau anak jujur dan tenang menjawab, mungkin karena dia tahu cintamu tidak berubah meski dia berbuat salah. Jawaban anak adalah cermin. Bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tapi untuk belajar mencintai dengan lebih sadar. 🌷 Yuk, makin banyak yang dengar Bun. karena dari sana kita belajar jadi orang tua yang lebih sadar dan lembut. 💞
Melalui pengalaman saya sebagai orang tua, saya menyadari pentingnya bertanya pada anak dengan cara yang hangat dan sabar. Misalnya, bertanya "Kalau kamu sedih, kamu pengin Ibu ngapain?" maupun "Apa yang bikin kamu senang waktu bareng Ibu?" sangat membantu memahami perasaan dan kebutuhan mereka. Dalam Islam, ego atau nafsu harus dikendalikan dengan kasih sayang dan kesabaran, termasuk dalam pola asuh anak. Saat anak merasa didengar tanpa takut dihukum atau dimarahi, mereka cenderung lebih jujur dan terbuka. Saya sering meluangkan waktu khusus meski sebentar untuk benar-benar hadir dan mendengarkan anak tanpa gangguan. Ini membuat mereka merasa aman dan nyaman. Selain itu, jika anak merasa ibu atau ayah sedang marah, anak membutuhkan ketenangan dan kesabaran, bukan kemarahan balik. Saya belajar bahwa memberikan contoh kesabaran sesuai tuntunan Islam sangat efektif menenangkan ego anak dan membuat mereka merasa dihargai. Mendengarkan secara aktif, menanyakan perasaan anak, dan membuat mereka merasa dicintai tanpa syarat menjadi kunci menjaga hubungan baik sekaligus mengatasi ego secara islami di keluarga saya. Semangat mencoba bertanya hal-hal sederhana namun bermakna ini, ya Bun!
















































