Jangan sampai kitalah penyebab anak kita menangis #parentingteladan /Umm Al Hamam Al Sharqi
Mengasuh anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun juga sangat berkaitan dengan perhatian emosional yang kita berikan. Pernahkah Anda merasa bingung saat anak tiba-tiba menangis dan sulit berhenti? Sering kali, sebagai orang tua, kita tanpa sadar menjadi penyebab air mata mereka, entah karena kurangnya perhatian, kritik yang terlalu keras, atau ketidakhadiran secara emosional. Dalam pengalaman saya sebagai orang tua, saya belajar bahwa saat anak menangis, itu adalah momen di mana mereka sangat membutuhkan sandaran jiwa dan kehadiran kita. Seperti yang disampaikan dalam renungan penting oleh Ustadz Bendri, saat anak merasa kehilangan sesuatu atau sedang sedih, mereka bisa merasa tidak berharga jika tidak ada orang yang benar-benar hadir mendengarkan dan mendukungnya. Menjadi 'superhero' bagi anak bukan berarti harus selalu memberi materi, tapi lebih pada kehadiran kita dalam setiap momen emosional mereka. Dengan memberikan penghiburan yang tulus dan melakukan komunikasi yang sabar, kita membantu anak mengelola perasaan duka dan kekecewaan mereka. Hal ini juga membangun kepercayaan diri dan rasa aman, yang penting untuk tumbuh kembang psikologis anak. Selain itu, orang tua perlu waspada terhadap pengaruh negatif seperti predator seksual dan bahayanya grooming, yang bisa terjadi saat anak merasa kekurangan perhatian dan dukungan dari keluarga. Kehadiran aktif orang tua bisa menjadi benteng terbaik melindungi anak dari bahaya tersebut. Saya merasakan perubahan besar ketika mulai lebih sadar dan peka terhadap kebutuhan emosional anak, terutama saat mereka menangis. Dengan tidak langsung mengabaikan atau mengatakan "enggak apa-apa" tanpa mencoba memahami, kita membangun hubungan yang lebih kuat dan sehat. Memang tidak selalu mudah untuk sabar, tetapi percayalah bahwa investasi waktu dan perhatian itu sangat berharga untuk kehidupan anak di masa depan. Intinya, jangan sampai kita menjadi penyebab air mata anak. Jadilah teladan dalam parenting dengan selalu hadir, mendengarkan, dan memberikan sentuhan hati yang membuat mereka merasa berharga dan dicintai sepenuh hati.



