Oh ya aku lupa kasih tau hihi saat kelas 4 SD aku sebenarnya sudah minus.Akan tetapi karena aku tidak berani jujur kepada ortu jd aku menutupinya hingga kelas 6 SD dan cek mata hasilnya minus 5.Aku selama 2 tahun dlm proses belajar hanya meminjam buku teman untuk disalin kembali dan membantunya mengerjakan PR hehe.. Jangan ditiru ya 😄
Mengalami masalah penglihatan sejak usia dini tentu bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya mengerti pentingnya keterbukaan dengan orang tua. Dalam kasus ini, ketakutan untuk jujur pada orang tua menyebabkan kondisi mata semakin parah hingga minus 5, yang seharusnya bisa dicegah dengan penanganan lebih awal. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana sulitnya belajar ketika penglihatan terganggu dan harus bergantung pada buku teman. Namun, pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya segera memeriksakan mata dan tidak menunda perawatan, termasuk penggunaan kacamata yang tepat. Selain itu, komunikasi yang terbuka dengan orang tua mengenai kondisi kesehatan mata juga sangat krusial untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan. Miopia yang tidak ditangani bisa memperburuk kualitas hidup, terutama dalam hal pendidikan dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, bagi para orang tua, penting untuk secara rutin mengajak anak melakukan pemeriksaan mata. Sedangkan bagi anak-anak, jangan takut atau malu untuk mengungkapkan keluhan pada orang tua atau guru agar mendapatkan bantuan sejak dini. Dalam pengalaman ini juga terlihat bahwa meniru atau membantu mengerjakan tugas teman untuk menutupi keterbatasan bukanlah solusi yang baik. Lebih baik mencari cara yang sehat dan jujur untuk menghadapi masalah belajar akibat gangguan penglihatan. Jika Anda atau anak Anda mengalami masalah serupa, jangan tunda konsultasi ke dokter mata agar mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kualitas belajar dan kehidupan sehari-hari dapat terjaga.

