Satu Kali Lagi, Mas!

Bab 1

Lima tahun pernikahan, dan ia tak pernah tahu rasanya "puas".

Doktrin patriarki dari ibunya—bahwa tugas istri hanyalah menyenangkan suami—menjadi penjara yang membungkam gairahnya sendiri.

“Aku juga manusia, Bu,” gumamnya pedih pada kegelapan.

Merasa sesak, Shanum menyibak selimut untuk menuju dapur. Gerakannya mengusik Fadil yang terbangun setengah sadar. Mata pria itu menyapu tubuh Shanum yang terbalut lingerie sutra transparan dengan potongan dada rendah.

“Sekalian bawain aku minum. Jangan lama-lama,” perintah Fadil penuh otoritas sebelum memejamkan mata kembali.

Langkah kaki Shanum membawanya ke dapur, namun suara bel pintu yang mendenting nyaring menghentikan gerakannya.

Ting-tong.

Pikiran yang kacau membuatnya lupa diri. Tanpa mengganti pakaiannya yang sangat terbuka, ia melangkah ke pintu depan. Saat daun pintu ditarik, dunianya seakan berhenti berputar.

Seorang pria berdiri di sana. Sosok tegap dengan rahang tegas yang sangat ia kenali, pria yang lima tahun lalu ia tinggalkan tanpa kata.

“Mas... Prana?” bisik Shanum, suaranya nyaris hilang.

Prana terpaku. Ia mematung dengan dua koper besar di sisinya. Matanya melebar, tak mampu berpaling saat menyapu penampilan Shanum. Kain transparan itu gagal menyembunyikan lekuk tubuh, paha putih yang terekspos, dan belahan dada yang mengintip jelas di balik outer.

“Shanum?” tanya Prana penuh ketidakpercayaan. “Kenapa kamu ada di sini?”

Prana hanya tahu ia menyewa rumah ini dari rekan bisnisnya, Fadil. Ia tak pernah menyangka akan bertemu mantan kekasihnya dalam kondisi seperti ini. Tangan Shanum refleks merapatkan outer-nya, namun sudah terlambat.

“Shanum! Mana minumnya? Lama sekali!”

Teriakan Fadil dari kamar memecah keheningan, membuat wajah Shanum seketika pucat pasi di hadapan Prana.

Penulis: Queenshe

Judul: Satu Kali Lagi, Mas

Plaform: Goodnovel

#RealitaDewasa

#novel

#goodnovel

#MyJourney

#ReviewJujur

7/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kehidupan rumah tangga, seringkali perasaan tidak puas menjadi masalah yang tersembunyi dan jarang dibicarakan secara terbuka. Kisah Shanum mengingatkan saya tentang pentingnya komunikasi dan pemahaman antara pasangan suami istri. Melalui pengalaman pribadi, saya pernah merasakan bagaimana doktrin keluarga atau norma sosial membentuk ekspektasi dalam pernikahan yang kadang menguras emosi dan kebebasan diri. Seperti Shanum yang merasa menjadi "kewajiban" bagi suaminya, saya pun pernah merasakan betapa beratnya menghadapi peran yang hanya menekankan kewajiban tanpa rasa saling menghargai. Pertemuan tak terduga dengan mantan dalam kondisi rentan bisa menjadi titik balik untuk meninjau kembali pilihan hidup dan mencari kebahagiaan yang selama ini mungkin terabaikan. Cerita ini mengajarkan saya bahwa kita sebagai pasangan juga manusia dengan kebutuhan emosional dan fisik yang harus dihargai. Selain itu, saya menemukan bahwa keberanian untuk membuka diri dan berusaha mengubah dinamik hubungan lama adalah langkah kunci agar pernikahan dapat menjadi sumber kebahagiaan, bukan penjara. Konflik internal yang dialami Shanum adalah cerminan nyata bahwa perjuangan menemukan keseimbangan antara peran dan hasrat pribadi adalah sesuatu yang sangat manusiawi. Saya sangat menyarankan pembaca untuk tidak hanya melihat cerita ini sebagai drama semata, tetapi juga sebagai refleksi kehidupan yang bisa menginspirasi perubahan dan dialog dalam rumah tangga masing-masing. Dengan begitu, harapan menghadapi realita dewasa dan kisah-kisah novel yang penuh makna bisa lebih terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Cari ·
novel romance

1 komentar

Gambar Queenshe
QueensheKreator

Baca selengkapnya di Goodnovel dengan klik Link: https://www.goodnovel.com/book/Satu-Kali-Lagi-Mas_31001346544