Satu Kali Lagi, Mas!!!
“Minggir, aku harus ke ruang administrasi!”
“Administrasi bisa menunggu, Shanum. Tapi aku tidak,” desis Prana. “Ada yang perlu kita luruskan di sini.”
“Tidak ada lagi yang perlu diluruskan!” sentak Shanum. Ia kesal, namun sebagian dirinya mulai terhanyut oleh kehadiran Prana yang begitu mendominasi. “Ingat janjimu, Mas.”
“Aku sudah melakukannya. Menjaga jarak di depan umum,” jawab Prana, wajahnya hanya berjarak beberapa inci.
“Apa yang aku lakukan tadi hanya untuk menunjukkan, keberanian bisa membuat kita mendapatkan apapun yang kita inginkan. Itu berarti kalau kamu punya keberanian, kamu bisa dengan mudah melepaskan diri dari Fadil.”
“Ini bukan soal berani atau tidak!”
“Kamu mau bilang aku tidak akan mengerti? Atau bilang aku bukan siapa-siapa?”
Shanum memalingkan wajah. Prana selalu keras kepala jika belum menemukan jawaban yang ia cari.
“Bagaimana kalau mereka atau dokter perempuan itu melihat tangan Mas di dalam bajuku?” Shanum memekik tertahan.
“Dokter perempuan? Sarah? Kamu cemburu melihatnya?” Prana menyeringai tipis, menampilkan ekspresi gelap yang belum pernah Shanum lihat sebelumnya.
Shanum mendecih, menganggap kata cemburu itu menggelikan di tengah situasi rumit mereka.
“Lepas, Mas! Liftnya mau terbuka!” Shanum memukul bahu Prana, panik melihat angka digital yang bergerak cepat.
Pintu lift terbuka di area parkir basement yang lengang. Prana belum bergerak, tetap mengurung Shanum dalam kungkungannya. Namun, tepat di balik punggung tegap Prana, sesosok pria berdiri sekitar lima meter di depan mereka.
Fadil.
Pria itu membelakangi mereka sambil memegang ponsel. Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan dengan gusar.
“Ke mana dia?!” gerutu Fadil keras, suaranya menggema di area parkir yang sunyi.
Mendengar suara itu, Shanum melirik dari balik bahu Prana. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Seluruh tubuhnya membeku, tangannya yang semula mendorong Prana kini mendadak kaku.
“Mas... Fadil...” desisnya dengan bibir bergetar.
Penulis: Queenshe
Judul: Satu Kali Lagi, Mas
Plaform: Goodnovel
Cerita "Satu Kali Lagi, Mas" menyuguhkan pengalaman emosional yang intens, terutama dalam konflik cinta segitiga yang rumit antara Shanum, Prana, dan Fadil. Dari sudut pandang saya sebagai pembaca novel roman, perjuangan karakter Shanum untuk menentukan pilihan antara keberanian melepas masa lalu dan rasa takut menghadapi perubahan begitu nyata dan menyentuh hati. Keberanian yang dibicarakan Prana dalam cerita ini sebenarnya mencerminkan dilema yang banyak orang alami dalam kehidupan nyata, yaitu antara bertahan dalam zona nyaman atau mengambil risiko untuk meraih kebahagiaan sejati. Saya juga merasakan ketegangan yang dialami Shanum saat mereka berhadapan di area parkir, bagaimana rasa takut dan cemburu mencampur aduk dengan keinginan untuk bebas dari belenggu masa lalu. Sebagai tambahan dari narasi utama, saya ingin berbagi pengalaman bahwa dalam hubungan yang penuh drama seperti ini, komunikasi terbuka dan memahami perasaan masing-masing sangat penting. Keberanian bukan hanya soal aksi berani di depan umum, tapi juga keberanian untuk jujur pada diri dan orang yang kita sayangi. Dalam novel ini, ketegangan yang diciptakan lewat pertemuan di lift dan perburuan oleh Fadil memberi gambaran nyata tentang konflik batin yang terjadi pada para tokohnya. Saya merekomendasikan novel ini bagi pembaca yang menyukai cerita roman yang penuh dengan intrik emosional dan pertarungan keputusan personal yang dramatis. Selain itu, "Satu Kali Lagi, Mas" juga mengajak kita untuk merenungkan pentingnya keberanian dalam hidup dan cinta, serta bagaimana proses melepaskan masa lalu bisa menjadi tahap yang menyakitkan namun perlu dilalui untuk menemukan kebahagiaan baru. Jangan lupa untuk membaca lebih lanjut secara eksklusif di Goodnovel, dan manfaatkan kesempatan untuk menyelami kisah yang kaya akan emosi ini. Pengalaman membaca novel ini pasti akan menambah perspektif Anda tentang cinta, keberanian, dan konflik batin yang mungkin tengah Anda atau orang di sekitar Anda alami.