PART 1 : 48 Jam Hidup di BADUY DALAM🤸🏻♀️🧗🏻♂️
Mengunjungi Baduy Dalam merupakan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan wisata biasa. Dalam perjalanan selama 48 jam ini, Anda tidak hanya menikmati keindahan alam dan suasana pedesaan yang asri, tetapi juga belajar tentang kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Baduy yang masih memegang teguh tradisi leluhur. Saya sendiri merasakan bagaimana perjalanan dimulai dari Stasiun Cisauk, dilanjutkan dengan naik kereta menuju Rangkasbitung, dan akhirnya sampai di terminal bus yang mengantarkan ke wilayah Baduy Dalam. Selama perjalanan, keramaian di stasiun dan terminal menggambarkan antusiasme banyak orang untuk mengenal Baduy. Meski begitu, jalan menuju Baduy Dalam tetap relatif sepi dan alami, memberikan kesempatan untuk menikmati suasana tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Salah satu hal menarik adalah berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah dan sangat menjaga adat mereka, dari cara berpakaian hingga aktivitas sehari-hari. Sarapan di CFC sebelum melanjutkan perjalanan juga memberi saya energi untuk menjelajahi daerah yang penuh tradisi ini. Selalu penting untuk mempersiapkan fisik dan mental saat berwisata ke tempat seperti Baduy Dalam untuk menghormati aturan lokal dan menjaga kelestarian budaya. Selanjutnya, mengikuti pemandu lokal atau 'abang Oren' membantu pengalaman lebih lancar dan aman, terutama ketika menjelajah jalanan yang belum begitu terkenal. Secara keseluruhan, perjalanan ini mengajarkan saya bahwa menyatu dengan budaya setempat dan bersiap menghadapi tantangan fisik adalah kunci untuk menikmati pengalaman 48 jam di Baduy Dalam. Ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kesempatan berharga untuk memahami dan menghargai warisan budaya yang masih lestari di Indonesia.
