Masak-masak kuras sisa bahan di kulkas
Belakangan ini aku lagi sering masak mie di rumah sambil nguras isi kulkas, dan kepikiran banget soal “minyak mie dibuat dari apa sih sebenernya?”. Ternyata kalau mau mie yang rasanya mirip mie resto, kuncinya ada di minyaknya. Bukan cuma minyak biasa, tapi racikan yang bikin mie jadi wangi, gurih, dan nggak terlalu berminyak. Biasanya aku mulai dari minyak baru biasa (minyak goreng) yang masih bening. Minyak ini dipanaskan pelan aja, jangan sampai ngebul, lalu ditambahkan daun bawang yang sudah dipotong kecil-kecil. Begitu daun bawang masuk, langsung kecium harum khas yang bikin lapar. Minyak dengan daun bawang ini bisa dipakai sebagai base minyak mie: cukup satu–dua sendok makan per porsi mie, tergantung selera. Kalau lagi ada sisa minyak penggorengan bawang goreng di dapur, itu jangan langsung dibuang. Minyak sisa penggorengan bawang goreng justru punya aroma bawang yang kuat dan gurih. Biasanya aku saring dulu biar nggak ada remah gosongnya, lalu sedikit kucuri ke dalam campuran minyak baru + daun bawang. Hasilnya? Minyak mie jadi lebih bold rasanya, tapi tetap ringan karena dicampur dengan minyak baru. Selain minyak bawang, kadang aku tambahkan sedikit mentega cair. Tipis aja, jangan kebanyakan, supaya nggak bikin eneg. Mentega cair ini bikin mie punya rasa lebih “rich”, mirip mie yang pakai margarin, tapi tetap enak disantap. Cara pakainya: setelah minyak bawang jadi, matikan api lalu masukkan mentega cair, aduk sampai tercampur rata. Baru deh minyak siap dipakai. Minyak wijen juga nggak boleh dilewatkan kalau kamu suka rasa ala mie Asia. Aku biasanya menambahkan minyak wijen terakhir, setelah minyak bawang agak dingin. Cukup setengah sampai satu sendok teh per porsi mie, soalnya aromanya kuat banget. Minyak wijen ini bikin mie punya wangi khas yang langsung ngingetin ke ramen atau mie ala resto. Untuk perbandingan, kurang lebih begini racikan yang sering kupakai: - 3 sdm minyak baru - 1 sdm minyak sisa penggorengan bawang goreng (disaring) - 1 genggam daun bawang iris - 1 sdt mentega cair - 1 sdt minyak wijen Semua bahan dimasak pelan sampai harum, lalu disimpan di wadah kaca bersih. Minyak mie ini bisa dipakai beberapa hari kalau disimpan di kulkas. Setiap mau makan mie, tinggal ambil sedikit, campur dengan kecap, garam, lada, atau bumbu mie instan, dan aduk ke mie yang sudah matang. Menurutku, seru banget bereksperimen dengan berbagai jenis minyak: minyak baru, minyak sisa penggorengan bawang goreng, mentega cair, dan minyak wijen. Selain membantu nguras isi kulkas, cara ini bikin mie rumahan naik kelas dan rasanya nggak kalah sama mie yang dibeli di luar. Kalau kamu punya versi racikan minyak mie sendiri, bisa banget dicoba campur daun bawang atau minyak wijen biar makin wangi.