D-6

1/9 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku mau sedikit cerita lebih detail soal pengalaman jadi rider Halodoc, siapa tahu membantu yang lagi cari-cari ulasan rider Halodoc sebelum daftar. Pertama soal pendaftarannya, menurutku cukup gampang selama dokumen lengkap: KTP, SIM, STNK, sama rekening bank. Waktu itu aku daftar online, lalu ada panggilan ke kantor untuk verifikasi. Suasananya mirip di kantor pajak atau KPP Pratama gitu, ada tempat pelayanan terpadu dan sistem antrean digital. Jadi jangan kaget kalau harus nunggu sebentar sambil nunggu nomor dipanggil. Untuk sistem kerjanya, rider Halodoc itu kebanyakan ambil order obat dari apotek ke rumah pasien. Jadi beda banget sama makanan, kita harus ekstra hati-hati karena bawanya obat. Penting banget baca detail order dan alamat dengan teliti, apalagi kalau kirim ke apartemen atau kantor. Aku biasanya cek dua kali di aplikasi supaya nggak salah antar. Soal penghasilan, ini yang paling sering ditanya. Pendapatan rider Halodoc menurutku lumayan, apalagi kalau rajin ambil order di jam-jam sibuk. Ada insentif tertentu kalau kita bisa selesain beberapa order dalam sehari. Tapi ya balik lagi, tergantung kota dan seberapa rajin nariknya. Jangan berharap langsung gede kalau baru mulai, pelan-pelan sambil belajar rute dan pola order di wilayahmu. Yang sering orang lupa adalah pentingnya jaga pola makan dan kesehatan. Di awal-awal aku sering asal makan, kadang kelamaan nahan lapar. Sekarang aku lebih teratur, pakai konsep kayak "buka jendela makan" jam 08.00 dengan porsi 1/2 protein dan 1/2 karbohidrat. Misalnya nasi dengan suwiran ayam dan irisan timun biar tetap segar. Sore atau menjelang tutup jendela makan sekitar jam 15.30, aku pilih menu yang lebih lengkap: telur orak-arik, ayam panggang, kentang rebus, tomat ceri, timun, wortel, sama kol. Dengan pola makan begini, badan kerasa lebih enteng dan nggak gampang loyo pas lagi banyak order. Godaan lain buat rider itu biasanya minuman manis. Di jalan lihat Mixue atau minuman boba itu rasanya pengen banget mampir, apalagi slogannya sampai ada yang bilang "saya butuh gula". Aku pribadi tetap kadang beli, tapi dibatesin. Misalnya cuma sekali dua kali seminggu, dan lebih sering pilih minuman yang nggak terlalu manis biar nggak gampang ngantuk di jalan. Plus minus jadi rider Halodoc menurutku: + Jam kerja fleksibel, bisa diatur sesuai jadwal sendiri. + Penghasilan bisa naik kalau rajin dan paham area ramai. + Kerjaan nggak monoton, bisa sekalian hafal jalan dan daerah. - Capek fisik, apalagi kalau cuaca lagi panas atau hujan. - Harus ekstra hati-hati bawa obat, nggak bisa sembarangan. - Kadang ada order sepi di jam-jam tertentu, jadi harus pinter pilih waktu narik. Tips dari aku buat yang mau jadi rider Halodoc: 1. Jaga pola makan dan minum, jangan sering telat makan. Bikin jadwal sendiri kayak jendela makan supaya tenaga stabil. 2. Pastikan motor dan perlengkapan aman: helm, jas hujan, box atau tas untuk bawa obat. 3. Pelajari rute di sekitar rumah dan area yang sering banyak order. 4. Baca rating dan feedback dari pasien, dari situ kita bisa tahu apa yang perlu diperbaiki. Semoga ulasan rider Halodoc versi pengalamanku ini bisa bantu kamu yang lagi galau mau daftar atau nggak. Kalau kamu tipe orang yang suka kerja lapangan dan nggak betah duduk di kantor seharian, profesi ini bisa jadi pilihan yang oke, asalkan tetap jaga kesehatan dan keamanan di jalan.