Lidah yg berbohong,tapi hati yg sakit
TEMAN Namun Sayang
Aku ingat pertama kali melihatmu,kamu masuk ke dalam pikiranku tanpa permisi,menjelma menjadi sebua hal yg tak hilang dari ingatanku,entah kamu siapa,milik siapa dan entah kenapa singgah di kepalaku.
Kau datang menceritakan tentang hidup dan keseharian mu,berbincang hingga salah satu dari kita tertidur,aku tak pernah bosan dengan semua yang kau ketik.
Betapa sering aku menduga duga adakah kode yang tersirat dalam kolom chat kita?.
Aku tidak mau berdrama,tapi aku tidak bisa mengeluarkan mu dari kepala.aku tergila gila hingga tak tau lagi mesti berbuat apa.ini semacam hasrat purba yang lebih tua dari manusia.
Jika kau percaya akan "cinta" mungkin ini adalah contohnya dan aku tidak bicara perihal parasmu,atau apa yang kau punya,ada sesuatu tentangmu yang membuatku merasa baik baik saja.Entah apa?
Kau selalu mampu membuatku jujur mengenai segala hal,kecuali satu "PERASAANKU"andai saja aku mampu memberi tahumu,tapi aku terlalu takut akan reaksimu yang tidak sesuai dengan imajinasiku selama ini.
Bukan kah fiksi lebih memanjakan daripada kenyataan,bukankah kita adalah dua orang yang terlanjur menikmati berkubang dalam zona pertemanan?
Tubuh kita berlumur harapan palsu,tanganku menggapai gapai mencari jalan keluar,sementara tanganmu mencegahku kemana mana.
Tunggu sebentar,izinkan aku keluar dari zona pertemanan kita sejenak,akan ku tunjukkan kepadamu sebuah gerbang menuju dunia paralel,dan ikutlah aku kesana di dunia paralel ini,aku tak perlu lagi repot repot mengatakan apapun.
Aku akan menjadi bumi untuk mentarimu,lirik untuk lagumu,hujan untuk bunga mu walau begitu kau tau aku akan tetap jadi orang yang sama,yang merindukanmu dengan sederhana,mengejar mu dengan wajar,menyayangimu dengan luar biasa,dan menyakitimu dengan mustahil.
Jangan khawatir mengenai kabarku,aku akan masih mencoba untuk baik baik saja,memamerkan senyum manis,untuk seorang penyang sepertiku sudah hal biasa.
Mana berani aku menjatuhkan hati di hati lain,aku sudah cukup bersyukur memilikimu dengan apa yang kita punya,meski hanya sejenak sebelum akhirnya sosok sempurna dengan kuda putihnya membawah kita pergi dari alam fana ini.


























































