TANTANGAN YANG AKU ALAMI DARI PEKERJAAN KEDUAKU ⚠️
Hai Lemonade 🍋✨
Jadi host live streaming itu menjadi suatu tantangan tersendiri di hidup aku, karena aku gaada pengalaman sama sekali dan untuk aku yg gasuka banyak omong ini bener bener tidak memungkinkan di pekerjaan itu.
Tapi lama lama aku berhasil menantang diri aku sendiri, dan keluar dari zona nyaman untuk mencoba sesuatu yg baru. Kuncinya adalah yakin dan optimis bahwa " kamu pasti bisa " .
... Baca selengkapnyaSebagai orang yang awalnya nggak paham sama sekali, jujur aku juga dulu nanya: kerja host live ngapain aja sih? Kirain cuma duduk, senyum, terus baca komen. Ternyata pas udah terjun langsung, jobdesc-nya lumayan banyak dan bikin aku belajar banyak hal baru.
Biasanya sebelum mulai siaran langsung, aku harus siapin dulu produk yang mau dibahas di live streaming. Misalnya di TikTok Shop Streamer, aku cek dulu stok, harga, promo, sampai urutan produk yang mau diangkat. Jadi bukan cuma muncul di layar, tapi juga ngerti apa yang lagi aku jual biar nggak bengong pas ditanya penonton.
Pas live dimulai, kerja host live itu banyak ngobrol sama penonton, jelasin detail produk, cara pakai, kelebihannya, dan jawab pertanyaan di kolom komentar. Buat introvert kayak aku, bagian paling menantang adalah public speaking dan menjaga energi biar live tetap rame. Kadang harus mengulang penjelasan yang sama berkali-kali untuk penonton baru yang baru join.
Selain itu, host live juga perlu mengarahkan penonton buat checkout, kasih info soal diskon, voucher, atau flash sale. Jadi kita bukan cuma ngobrol, tapi pelan-pelan belajar teknik soft selling: gimana cara ajak orang belanja tanpa terasa maksa. Menariknya, dari sini aku jadi belajar skill digital marketing yang sebelumnya nggak pernah kepikiran.
Ada juga bagian teknis kecil yang ternyata penting, seperti cek koneksi internet, posisi kamera, pencahayaan, sama suara. Kalau salah satu bermasalah, mood penonton bisa langsung turun. Biasanya sebelum tekan tombol "mulai siaran langsung", aku cek dulu semuanya, walaupun tetap suka deg-degan.
Di balik layar, aku juga suka evaluasi habis live: lihat data penjualan, jumlah penonton, jam ramai, dan produk mana yang paling diminati. Dari situ pelan-pelan aku ngerti pola: kapan waktu terbaik buat live, gaya ngomong seperti apa yang bikin penonton betah, dan jenis konten yang paling banyak diklik.
Buat kamu yang lagi cari kerjaan kedua atau penghasilan tambahan, kerja jadi host live memang capek secara mental, apalagi kalau kamu introvert. Tapi menurut pengalamanku, selama kamu mau belajar, latihan public speaking pelan-pelan, dan yakin kalau "kamu pasti bisa", pekerjaan ini bisa jadi cara bagus buat upgrade skill komunikasi dan digital marketing. Dan siapa tahu, dari sini kamu nemu versi diri kamu yang lebih berani dan percaya diri.
semangat kaa, pengen banget bisa lancar ngomong didepan banyak orang, kadang kalo ngomong didepan banyak orang badanku langsung dingin dan kaku + gapede karena banyak yg liatin 🥺
Keren bisa keluar dr zona nyaman. Semangat ya