Aku pikir kemarin bisa langsung sleep test ternyata jadwalnya sudah penuh dan aku dapet jadwal pada bulan Oktober. Jadi kemarin aku cuma harus cek lab dan cek tenggorokan dan hasilnya menyatakan amandel ku besar 😭
Minggu depan udah janji Ketemu dokter lagi untuk tindakan endoskopi tenggorokan dengan bius lokal. Kalian udah ada yg pernah belum sih ? kasih tau coba sakit apa engga, aku takut banget woii 😭
... Baca selengkapnyaSetelah resmi dapat diagnosa awal OSA (Obstructive Sleep Apnea) dan dirujuk ke klinik OSA, jujur aku baru benar-benar ngerti pentingnya tidur yang berkualitas. Sebelumnya, aku cuma mikir "ya wajar lah capek, namanya juga IRT". Tapi setelah konsultasi di poliklinik saraf dan ketemu dokter neurobehaviour, baru kebuka kalau sleep disorder bisa ngefek ke banyak hal.
Di klinik OSA, proses diagnosa ternyata nggak sesederhana langsung sleep test. Dokter jelasin kalau mereka harus lihat dulu kondisi umum tubuh: tekanan darah, glukosa, vitamin D, sampai struktur saluran napas, termasuk amandel yang membesar kayak punyaku. Jadi jangan heran kalau sebelum dapat jadwal sleep test, kamu bakal diminta cek lab lengkap dan cek THT dulu.
Pengalaman di poliklinik saraf juga bikin aku merasa lebih tenang. Residen neurologi nanya detail banget soal pola tidur: sering kebangun, dengkuran, sesak napas, sampai rasa kantuk berlebihan di siang hari. Kadang kita sebagai IRT suka meremehkan gejala ini karena sibuk ngurus rumah, anak, dan kerjaan lain. Padahal, dokter bilang kalau OSA yang nggak ditangani bisa bikin risiko tekanan darah tinggi dan gangguan metabolik makin besar.
Soal klinik OSA sendiri, menurutku penting banget buat cari RS tipe A atau RS yang punya fasilitas lengkap untuk sleep disorder. Di tempatku, rujukan ke "POLIKLINIK SARAF" dan ruang bertuliskan "RUANG PERIKSA 2 R. KONSULTASI" bikin aku merasa prosesnya memang terstruktur. Ada program pengobatan bertahap, bukan cuma kasih obat lalu selesai. Mereka jelasin step by step: mulai dari edukasi sleep hygiene, rencana sleep test, sampai pilihan terapi kalau nanti OSA-nya terbukti berat.
Yang paling bikin deg-degan saat ini adalah rekomendasi endoskopi saluran pernapasan dengan bius lokal. Aku sempat tanya-tanya ke temen dan baca pengalaman orang lain, ternyata banyak yang bilang rasanya nggak sesakit bayangan, lebih ke nggak nyaman aja. Jadi kalau kamu juga lagi nunggu endoskopi tenggorokan, mungkin bisa mulai latihan nafas, coba tenangin diri, dan siapin mental. Jangan lupa sampaikan semua ketakutan kamu ke dokter, karena dari pengalamanku, dokter di klinik OSA cukup pengertian sama pasien yang cemas.
Buat kamu yang lagi mikir mau periksa ke klinik OSA atau curiga punya diagnosa OSA, menurutku jangan ditunda. Catat gejala kamu selama beberapa minggu: pola dengkuran, sesak napas saat tidur, kualitas tidur, dan rasa kantuk di siang hari. Bawa catatan itu saat konsultasi supaya dokter punya gambaran lengkap. Aku sendiri merasa lebih lega setelah ada diagnosa yang jelas, meskipun perjalanan pengobatannya masih panjang.
Intinya, sleep apnea journey itu bukan cuma soal "tes tidur" aja, tapi keseluruhan proses di klinik OSA: mulai dari diagnosa OSA, cek lab, cek THT, sampai endoskopi dan rencana terapi. Semoga cerita ini bisa jadi gambaran buat kamu yang lagi bingung harus mulai dari mana, khususnya sesama IRT yang sering mengabaikan kesehatan demi keluarga.
kak anakku punya amandel dan adenoid yg bengkak dan gejalannya sama ky gini
kalo sleep apnea yg tiba² batuk itu udh berkurang jauh stlh operasi
dlu ngorok parah dan bolak balik demam
anakku pernah endoskopi smpe lambung bius lokal efeknya cm rada kurang nyaman buat nelen setelahnya aja , sm rewel pasca bius
Lihat komentar lainnya