APA RAHASIA KASIH YANG TAK MUDAH PATAH? 🎋
Seringkali kita merasa sudah rajin berdoa, tapi kok hati masih gampang jengkel? Atau kita rajin berbuat baik, tapi merasa jauh dari Tuhan?
Di video kali ini, kita belajar dari pesan Pdt. Benny Wijaya tentang bagaimana membangun kasih yang lahir dari ruang doa. Seperti Bambu Cina, kasih butuh proses memperkuat akar sebelum bertumbuh tinggi.
3 Poin Penting:
1. Kasih ke Tuhan: Kesetiaan tanpa kompromi. Ingat, Tuhan adalah Pemegang Saham Tertinggi hidup kita!
2. Kasih ke Sesama: Berhenti egois, mulailah menjadi back-up bagi orang lain.
3. Kasih yang Dewasa: Berani memikul beban bangsa dan mendoakan orang yang sulit dikasihi.
Jangan biarkan doa hanya jadi kewajiban. Jadikan doa sebagai tempat perjumpaan! 🛐
Sumber inspirasi : YouTube GMS JJB
Khotbah : Pdt. Benny Wijaya
Dengan judul "Hidup yang Utuh - Kasih yang Lahir dari Ruang Doa"
#RainOfWon #GMSChurch #PdtBennyWijaya #RenunganKristen #Doa
Dalam menjalani kehidupan iman sehari-hari, saya sering merasa bahwa membangun kasih yang kuat memang membutuhkan waktu dan ketekunan, sama seperti filosofi Bambu Cina yang dipaparkan. Bambu Cina tidak tumbuh tinggi secara instan; akar yang kuat harus terlebih dahulu terbentuk bertahun-tahun di dalam tanah. Begitu pula dengan kasih kepada Tuhan dan sesama, yang perlu dipupuk dengan doa yang tulus dan konsisten. Salah satu pengalaman saya yang paling berkesan adalah ketika saya mulai rutin menjadikan doa bukan hanya sebagai ritual atau kewajiban, melainkan benar-benar ruang perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Saat itu, saya menyadari betapa pentingnya kesetiaan tanpa kompromi pada kasih kepada Tuhan—menghindari dosa dengan sungguh-sungguh karena sadar bahwa Dia adalah Pemegang Saham Tertinggi dalam hidup saya. Selain itu, menanamkan kasih ke sesama yang tidak egois dan siap menjadi 'back-up' bagi orang lain cukup menantang, terutama ketika menghadapi tekanan atau konflik. Namun, ketika saya mencoba mengaplikasikan prinsip ini, hubungan dengan orang di sekitar saya menjadi jauh lebih harmonis dan bermakna. Poin yang paling sulit tapi paling berharga adalah mengenali dan mempraktikkan kasih yang dewasa, yakni berani memikul beban bangsa dan mendoakan orang yang sulit disayangi atau bahkan sulit dimengerti. Saya belajar bahwa kasih sejati itu melibatkan pengorbanan dan kesabaran, bukan hanya kata-kata. Video khotbah Pdt. Benny Wijaya memberikan inspirasi baru untuk menumbuhkan kasih yang lahir dari ruang doa. Saya merekomendasikan siapa pun yang ingin memperdalam hubungan spiritual dan menguatkan kasih dalam hidupnya untuk menonton dan merenungkan isi khotbah ini. Jadikan doa sebagai tempat berjumpa yang memperbaharui hati dan menguatkan akar kasih agar tidak mudah patah seperti bambu Cina yang kokoh.












































