... Baca selengkapnyaKalau cuma lihat dari foto, mungkin kamu bakal mikir dia cuma cowok bertopi hitam biasa: kacamata hitam, kaus gelap tanpa lengan, kadang pakai pelampung biru di kapal, gaya tangan "rock on" seolah hidupnya sesantai itu. Tapi justru dari situlah aku mulai sadar, kadang orang yang paling kelihatan santai adalah orang yang paling berat bebannya.
Aku dulu juga sering menilai orang dari gaya mereka. Cowok berkumis dengan topi hitam dan sentuhan gaya vintage kayak di film-film, kupikir hidupnya cuma soal gaya dan nongkrong. Tapi setelah kenal lebih dekat, baru kelihatan kalau topi hitam itu bukan sekadar aksesori, tapi semacam tameng. Dia cerita, masa lalunya penuh konflik keluarga, salah pergaulan, sampai pernah dicap sebagai "penjahat" di lingkungannya sendiri. Bukankah di cerita orang lain, kadang kita selalu jadi tokoh jahatnya?
Ada satu momen yang paling nempel di kepala. Di atas kapal, angin kencang, dia berdiri di pinggir sambil pakai kacamata hitam dan topi favoritnya. Dari jauh kelihatan keren dan bebas, tapi waktu kami ngobrol, dia bilang, "Gue pakai topi ini bukan cuma karena suka, tapi karena dulu gue pengin nutupin diri gue yang dulu." Ternyata, setiap kali dia pakai topi hitam itu, dia ngerasa punya versi baru dari dirinya, bukan lagi cowok yang dikaitkan sama masa lalu kelamnya.
Buat kamu yang juga suka cowok bertopi hitam, mungkin kamu pernah ngerasain hal yang sama: tertarik duluan karena penampilan, baru belakangan tahu cerita di baliknya. Gaya mereka yang simpel tapi kuat sering bikin penasaran, apalagi kalau fotonya bernuansa "KODAK" vintage gitu. Tapi menurutku, yang bikin mereka menarik bukan cuma topinya, tapi perjalanan hidup yang nggak kelihatan di kamera.
Sekarang, setiap kali lihat cowok bertopi hitam, aku nggak lagi sekadar mikir, "Wah, gayanya keren." Aku jadi kepikiran, mungkin dia juga punya masa lalu yang lagi coba dia tinggalkan. Mungkin topi itu jadi simbol kalau dia sudah bukan orang yang sama seperti dulu. Dan pelajaran buat aku pribadi: jangan buru-buru menaruh seseorang di posisi penjahat di cerita kita, karena bisa jadi dia lagi berusaha keras menulis ulang akhir dari kisah hidupnya sendiri.
Kalau kamu punya pengalaman serupa dengan cowok bertopi hitam atau orang yang kelihatannya santai tapi punya masa lalu rumit, kamu pasti paham rasanya pelan-pelan belajar menerima orang bukan dari gosip atau masa lalunya, tapi dari versi terbaik dirinya yang sedang dia bangun sekarang.