Dermatitis Perioral
ada yg lagi ngalamin ga ?
sumpah ini ngilanginnya cukup struggle ya gess
banyak penyebab nya kalau aku karna pemakaian skincare paketan 🤣 . #dermatitisperioral #tipsskincare #skincareroutine
Aku pertama kali kena dermatitis perioral (DPO) itu kaget banget, karena awalnya kukira cuma jerawat kecil di sekitar mulut. Ternyata makin lama bintik merahnya nyebar, gatal dan perih banget, apalagi kalau lagi kering. Di bagian sekitar bibir dan dagu muncul bintik di wajah tapi bukan jerawat, rasanya nggak nyaman banget sampai bikin insecure. Waktu itu aku sempat panik dan nyari tau: dermatitis perioral adalah apa, bahaya nggak, dan dermatitis perioral bisa sembuh atau nggak. Ternyata, kondisi ini memang sering muncul di area sekitar mulut dan hidung, dan pemicunya bisa macem-macem: skincare terlalu keras, steroid topikal, pasta gigi tertentu, sampai skincare paketan yang nggak jelas kandungannya (ini yang jadi pemicu di aku). Yang paling penting menurut pengalamanku, jangan asal pakai obat untuk dermatitis perioral di wajah tanpa tau penyebabnya. Kalau gejalanya cukup parah dan menyebar, lebih aman ke dokter kulit dulu buat diagnosa dan dapat obat untuk dermatitis perioral yang tepat. Biasanya dokter kasih obat minum atau krim khusus yang lebih aman dipakai di area wajah yang sensitif. Dari sisi perawatan wajah untuk dermatitis, aku mulai dengan konsep "skin minimalism". Semua skincare yang keras aku stop dulu: nggak pakai exfoliant, nggak pakai retinol, dan hindari sabun muka yang bikin kulit kesat. Fokusku cuma ke cleanser yang lembut, pelembab simpel, dan sunscreen yang nggak bikin perih. Salah satu hal yang bantu pemulihan kulitku adalah sleep mask yang teksturnya lembut dan fokus ke hydrating serta calming. Di foto aku sempat share sleep mask bybdk varian saffron, karena di aku efeknya cukup kerasa: cepat banget ngeredain gatal dan kemerahan, bikin kulit terasa lebih tenang dan lembab. Bonusnya, dia juga bisa dipakai totol di jerawat, jadi praktis banget. Untuk cara menghilangkan bintik merah di bibir dan sekitar mulut, menurutku prosesnya nggak instan. Aku: 1. Stop semua skincare paketan dan produk pemutih yang nggak jelas. 2. Pilih skincare untuk dermatitis perioral yang gentle: pelembab, sleep mask, dan cleanser lembut. 3. Konsisten pakai sunscreen, tapi cari yang nggak mengandung bahan pemicu iritasi di kulitku. 4. Jaga pola hidup: cukup tidur, minum air, dan kurangi makanan pemicu radang seperti makanan sangat pedas kalau dirasa memperparah. Pelan-pelan, dermatitis perioral di wajahku memudar. Jadi kalau kamu lagi ngalamin hal yang sama, jangan putus asa. Kondisi ini memang bikin mental tumbang, tapi dengan perawatan wajah untuk dermatitis yang tepat dan sabar, dermatitis perioral bisa sembuh. Sharing pengalaman seperti ini semoga bisa bantu kamu merasa nggak sendirian dan punya gambaran langkah awal yang bisa dicoba di rumah sambil tetap mempertimbangkan konsultasi ke dokter kulit.


































cara dapat cremnya ?