Film ini fokus pada hubungan ayah-anak antara Xiao Ma, seorang pria tunarungu yang diperankan oleh Zhang Yixing (Lay), dan putrinya MuMu (木木) — mereka hidup saling bergantung dan MuMu sering jadi “penyambung” ke dunia luar untuk ayahnya.
Saat MuMu mulai tumbuh dan perlu beradaptasi dengan dunia orang yang bisa mendengar, keseharian mereka mulai berubah, konflik muncul ketika sebuah sindikat/kelompok kriminal yang memanfaatkan orang-orang tunarungu menargetkan Xiao Ma. Akibatnya Xiao Ma perlahan terseret ke masalah karena ingin melindungi/menjaga keluarganya.
Film ini banyak menggunakan bahasa isyarat (Lay melakukan perannya tanpa dialog lisan), menonjolkan tema keluarga, pengorbanan, dan kerentanan komunitas tunarungu, sekaligus mengangkat isu sosial tentang bagaimana kelompok rentan bisa dieksploitasi.
Review Film Mumu 2025:
Awal nonton filmnya aku sangat suka sama karakter nya Mumu. Anaknya cantik, manis, dan kalau lagi ngomong lucu banget. Makin lama nonton ternyata sedih banget, gimana seorang ayah harus berjuang untuk hak asuh anaknya. Dan yang bikin nyesek lagi anaknya lebih milih Ibunya supaya Ayahnya nggak harus kerja lagi 🥹.
Manusia secengeng aku malah nonton film sebawang ini, apa nggak banjir nih kasur 😭.
Buat penggemarnya EXO terumata Lay, kalian wajib banget nonton ini film. Menurutku ini bukan sekedar film keluarga doang tapi banyak pesan yang disampaikan lewat film ini. Dan satu lagi, aktingnya Lay dong sebagus itu 😍tanpa suara tapi kena banget ke hati ❤️
... Baca selengkapnyaSebelum nonton Mumu (2025), aku sempat bingung karena di Google muncul juga judul lain seperti film Gayong 2025 dan beberapa rekomendasi film keluarga Asia. Setelah lihat trailernya dan poster yang ada Zhang Yixing (Lay) sama gadis kecil yang senyum, baru yakin kalau Mumu ini tipikal film keluarga yang emosional banget, bukan film aksi biasa.
Buat yang cari sinopsis film Mumu sebelum nonton, jalan ceritanya sebenarnya cukup sederhana tapi ngena. Fokusnya di hubungan ayah-anak antara Xiao Ma dan Mumu. Menariknya, Mumu 2025 banyak banget pakai bahasa isyarat, jadi bukan sekadar drama keluarga, tapi juga nunjukin gimana rasanya hidup di dunia yang penuh hambatan komunikasi. Sutradaranya, Sha Mo, bahkan melibatkan lebih dari 30 orang dari komunitas tunarungu supaya penggambaran dunianya terasa otentik.
Kalau kamu biasa nonton katas full movie atau film keluarga lain yang penuh dialog, di Mumu (2025) kamu bakal ngerasain beda. Lay memerankan Xiao Ma tanpa dialog lisan, tapi ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya bikin penonton tetap paham isi hati karakternya. Di salah satu behind the scene yang aku lihat, Lay sampai memakai penutup telinga dan latihan bahasa isyarat intensif supaya benar-benar bisa menyelami peran sebagai ayah tunarungu.
Bagian yang paling bikin aku kepikiran setelah nonton adalah isu eksploitasi komunitas tunarungu. Film Mumu 2025 nggak cuma nunjukin sisi manis hubungan ayah-anak, tapi juga sisi gelap ketika kelompok kriminal memanfaatkan kelemahan orang-orang yang nggak bisa mendengar dengan baik. Di satu sisi kita ikut sedih lihat Xiao Ma berjuang buat hak asuh MuMu, di sisi lain kita diajak mikir kalau di dunia nyata, hal seperti ini bisa saja terjadi.
Dari segi rilis, film Mumu (2025) ini tayang duluan di Cina tanggal 3 April 2025, lalu rilis internasional 18 April 2025 dengan durasi sekitar 111 menit. Jadi kalau kamu lagi cari info kapan dan di mana bisa nonton Mumu full movie, pastikan cek platform legal yang menyediakan rilis internasionalnya, jangan tergoda streaming ilegal ya.
Sebagai penonton yang gampang nangis, jujur aku beberapa kali berhenti sebentar buat tarik napas. Dialog Mumu ke ayahnya, yang sebenarnya banyak lewat gerak tubuh dan tatapan, itu yang bikin hati campur aduk. Apalagi ketika Mumu harus memilih tinggal sama ibunya demi ayahnya nggak kerja terlalu keras, di situ aku keinget hubungan orang tua-anak di kehidupan nyata.
Kalau kamu penggemar EXO, terutama Zhang Yixing, film Mumu 2025 ini wajib banget masuk watchlist. Tapi meski bukan fans Lay, menurutku tetap layak tonton kalau kamu suka film dengan tema keluarga, perjuangan, dan isu sosial yang relevan. Setelah selesai nonton, aku jadi lebih sadar kalau "cinta yang tak terucapkan" itu kadang justru paling kuat, dan Mumu berhasil menyampaikannya tanpa perlu banyak kata.