Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 epi. 7)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]
✨​Bab 7: Bertemu Sang Pengkhianat di Hutan Hitam
​Perjalanan dari Karlsruhe menuju Black Forest (Schwarzwald) terasa semakin dingin dan sunyi. Pemandangan berubah menjadi hutan pinus yang tebal, diselimuti salju dan kabut, mengingatkan pada dongeng-dongeng Grimm.
​"Kode FF B-612 itu aneh," gumam Alexa, memegang kunci hotel kuno.
​"FF mungkin singkatan dari Forgotten File atau False Flag," spekulasi Ibu Rose White. "B-612... bukankah itu nama asteroid dari cerita Little Prince?"
​"Pito mendeteksi koneksi!" sela Pito. "B-612 adalah asteroid yang hanya diketahui oleh pilot tunggal! Koneksi ke Ayah, pilot ulung!"
​Mereka tiba di Schwarzwald Hotel, sebuah bangunan kayu kuno yang terpencil, dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun. Hotel itu tampak kosong, hanya seorang resepsionis tua yang tampak mengantuk.
​Ibu Rose White menunjukkan kunci kuno itu. Resepsionis itu hanya melihat kunci itu sekilas, lalu memberikannya peta tangan.
​"Kamar 612 terletak di sayap terlarang, lantai dasar. Ikuti jalur di balik lemari jam kakek. Hati-hati, Nona. Area itu tidak lagi terawat," kata resepsionis itu dengan suara serak.
​Mereka mengikuti petunjuk itu, menemukan sebuah lemari jam kakek yang besar di lorong gelap. Di baliknya, terdapat pintu kayu yang tersembunyi. Pintu itu terbuka ke lorong lain yang lebih sempit dan dingin.
​Lorong itu berakhir di sebuah ruangan kecil bernomor 612. Itu bukan kamar tidur, melainkan ruang arsip kecil yang dipenuhi debu. Di tengah ruangan, duduk seorang pria paruh baya dengan punggung menghadap mereka. Dia mengenakan jas tweed yang elegan, tampak sedang mengamati peta tua di meja.
​"Selamat datang, Alexa Saraphine. Aku tahu kau akan datang, sama seperti aku tahu Jack S. akan mengirimmu ke sini," kata pria itu tanpa menoleh.
​Ibu Rose White sigap memasang kuda-kuda defensif. "Siapa kau? Dan bagaimana kau tahu tentang Jack?"
​Pria itu berbalik. Wajahnya dipenuhi bekas luka. Matanya tampak sedih. "Namaku adalah Agent Feller. Dulu, aku adalah mitra Jack S., bahkan sahabat terbaiknya. Sampai aku difitnah oleh orang yang sama dan terpaksa bersembunyi di sini."
​Alexa kaget. "Difitnah? Jadi, bukan kau yang mengkhianati Ayah?"
​"Aku difitnah bersama Jack, Nak. Pemerintah pusat mengira kami berdua menjual rahasia. Tapi ada yang lebih besar di balik ini," jelas Feller. Dia lalu menunjuk ke arah peta di meja. "Ini adalah peta lama. Lihat di sini."
​Di peta itu, ada lingkaran merah yang terletak di jantung hutan. Tepat di sana, tertulis kode yang sama dengan yang dilihat Alexa di kacamata inframerah: FF B-612.
​"Ini adalah bunker rahasia tua. Jack tidak pernah percaya padaku lagi setelah kami dituduh. Tapi dia meninggalkan pesan di sini. Di dalamnya, ada berkas yang bisa membersihkan nama kami berdua. Berkas itu berisi bukti bahwa yang menjual rahasia negara adalah Ketua Agen Pusat kita sendiri, yang kini memimpin perburuan terhadap kami!"
​Feller mengambil sebuah flash drive tua dari saku jasnya. "Ambil ini. Ini adalah kunci enkripsi. Sekarang pergilah. Jack S. akan menunggumu di Zurich, di bawah perlindungan kontak terakhirnya. Jangan pernah percaya siapa pun selain dirimu sendiri, Alexa. Dan jangan kembali ke sini. Mereka sudah mengawasi lorong ini."
​Tiba-tiba, terdengar bunyi bel alarm dari radio komunikasi Feller.
​"Mereka datang! Cepat, Nak! Jaga dirimu!" teriak Feller, sambil mendorong Alexa dan Ibu Rose White keluar dan mengunci pintu 612 dari dalam.
​Terdengar suara tembakan dan keributan dari dalam kamar. Alexa terkejut dan ingin kembali, namun Ibu Rose White menyeretnya menjauh.
​"Kita tidak bisa membantunya, Alexa! Dia sudah memberi kita petunjuk! Ayo kita bergerak cepat menuju Freiburg untuk menguraikan data ini!"#lemon8indonesia #alexasaraphine #GoodBye2025 #ceritafiksi #ViralTerbaru
Dalam perjalanan seru yang menegangkan ini, kode FF B-612 membawa Alexa dan Ibu Rose White ke jantung Black Forest, tepatnya ke sebuah hotel tua bernama Schwarzwald Hotel dan ruang arsip tersembunyi nomor 612. Angka dan kode ini bukan sekadar tanda biasa, melainkan petunjuk penting menuju bunker rahasia yang menjadi pusat konflik utama cerita. Bukti di dalam bunker menunjukan bahwa kebenaran terselubung dapat mengubah nasib para tokoh. B-612 sendiri memiliki makna yang dalam, mengingatkan pada asteroid cerita "Little Prince" yang hanya diketahui oleh pilot tertentu, seperti ayah Alexa yang dikenal sebagai pilot ulung. Ini menambah lapisan misteri dan kehangatan emosional dalam narasi. Pesan yang ditinggalkan oleh Jack S. dan Agent Feller menuntut Alexa untuk berhati-hati dan mengandalkan dirinya sendiri, karena pengkhianatan berasal dari orang yang sangat dipercaya — Ketua Agen Pusat yang seharusnya menjadi pelindung. Situasi ini mengangkat tema pengkhianatan dan kepercayaan yang sering kali berkelindan dalam dunia spionase dan rahasia negara. Konflik dan ketegangan meningkat ketika suara tembakan terdengar dan Alexa harus bergegas meninggalkan tempat itu. Suasana penuh bahaya dan ketidakpastian membuat momen ini sangat mendebarkan. Di sisi lain, kode FF B-612 dan ruang arsip nomor 612 menjadi simbol pusat rahasia yang harus diungkap untuk mengembalikan keadilan. Bagi pecinta cerita fiksi petualangan dengan bumbu intrik spionase, episode ini menawarkan sensasi kombinasi lokasi klasik Eropa ala dongeng Grimm dengan teknologi modern, seperti penggunaan kacamata inframerah dan flash drive sebagai kunci data rahasia. Rute dari Karlsruhe ke Schwarzwald dan rencana selanjutnya menuju Zurich dan Freiburg memperkaya latar cerita dengan suasana Eropa yang misterius dan anggun. Tak kalah menarik, konsep 'False Flag' atau 'Forgotten File' dalam kode FF menambah kedalaman cerita tentang bagaimana kebenaran bisa tersembunyi oleh tindakan pengkhianatan politik dan kepentingan yang lebih besar. Semua elemen ini memberikan pembaca gambaran lengkap tentang kompleksitas cerita, sekaligus mengundang rasa penasaran untuk mengikuti langkah Alexa selanjutnya dalam misi ini.
