Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 ep. 13)

DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]

✨​Bab 13: Rahasia di Balik Tembok Passetto

​Malam mulai turun menyelimuti Roma. Alexa dan Pito bergerak cepat menyusuri jalanan berbatu menuju Castel Sant'Angelo. Di kejauhan, mereka melihat dua mobil hitam berhenti di ujung jembatan Ponte Sant'Angelo—musuh sudah sangat dekat!

​"Pito, cari pintu masuk 'Via di Porta 22'! Itu bukan alamat biasa, itu pasti kode akses," perintah Alexa sambil bersembunyi di balik bayang-bayang pilar kuno.

​Pito memutar sensor matanya. "Mendeteksi! Alexa, 'Via di Porta' merujuk pada Passetto di Borgo, lorong rahasia yang menghubungkan Vatikan dengan kastil ini. Pintu nomor 22 berada di bawah salah satu lengkungan tembok tua!"

​Mereka berlari kecil dan menemukan sebuah pintu besi kecil yang tertutup lumut. Alexa memasukkan koordinat digital dari tabung logam ayahnya ke panel tersembunyi di balik bata yang lepas.

​Klik! Pintu terbuka dengan suara berderit.

​Di dalam lorong yang gelap dan lembap, Alexa menemukan sesuatu yang mengejutkan. Alih-alih gudang tua, lorong itu berisi rak-rak arsip digital kuno milik agen rahasia tahun 90-an. Di tengah ruangan, terdapat sebuah komputer utama yang masih menyala dengan logo keluarga Saraphine.

​"Selamat datang, Alexa," sebuah suara rekaman otomatis terdengar. Itu suara Jack S., namun terdengar lebih muda. "Jika kau membaca ini, artinya kau sudah menemukan jalan pulang. Data di tanganmu adalah potongan terakhir. Gabungkan dengan server ini untuk mengungkap siapa sebenarnya 'Tangan Hitam' di markas pusat."

​Alexa segera menghubungkan flash drive-nya. Layar monitor besar di depannya mulai memproses data. Wajah-wajah pejabat tinggi agensi muncul, menunjukkan aliran dana ilegal dan rencana sabotase misi-misi perdamaian dunia.

​"Pito, kirim data ini ke seluruh jaringan agen internasional! Sekarang!" seru Alexa.

​"Proses pengiriman 60%... 70%..." Pito berbunyi nyaring.

​Tiba-tiba, ledakan kecil terdengar dari arah pintu masuk. Asap mengepul, dan sekelompok agen berjas hitam dengan kacamata canggih merangsek masuk. Pemimpin mereka maju, memegang senjata pelumpuh.

​"Berhenti di sana, Nona Saraphine. Serahkan data itu, atau kau tidak akan pernah melihat Natal tahun ini," ancam sang pemimpin.

​Alexa berdiri tegak, tangannya memegang laptop dengan erat. "Kalian terlambat. Kebenaran sudah mulai tersebar. Dan ayahku... dia tidak pernah mengajariku untuk menyerah!"

​Tepat saat agen musuh akan bergerak, lampu-lampu di dalam lorong mulai berkedip-kedip. Pito mengaktifkan mode pertahanan maksimal, mengeluarkan perisai energi biru yang menyilaukan.#lemon8indonesia #natal #ViralTerbaru #GoodBye2025 #alexasaraphine

2025/12/24 Diedit ke