... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali belajar ikatan ion dan struktur Lewis, aku sendiri sempat bingung bedain mana yang ionik dan mana yang kovalen. Akhirnya aku bikin cara ngafal sendiri yang lumayan membantu, terutama buat ngerjain soal-soal seperti NaCl, NH3, CH4, PCl3, H2O, sampai SO3^2-.
1. Ikatan ion NaCl (elektrovalen) + diagram sederhana
NaCl itu contoh klasik ikatan ion. Triknya: lihat dulu jenis unsurnya. Natrium (Na) = logam, klorin (Cl) = non‑logam. Kalau logam + non‑logam, biasanya ikatan ion.
Diagramnya kebayang gini:
- Na punya 1 elektron valensi, cenderung MELEPAS elektron → jadi Na⁺
- Cl punya 7 elektron valensi, butuh 1 elektron → jadi Cl⁻
- Ada proses serah‑terima elektron (bukan dipakai bersama), lalu Na⁺ dan Cl⁻ saling tarik‑menarik karena gaya elektrostatik.
Kalau aku gambar di buku:
- Lingkaran Na dengan 1 titik (elektron valensi), lalu tanda panah ke arah Cl
- Lingkaran Cl dengan 7 titik, setelah dapat 1 elektron dari Na jadi lengkap 8 (oktet)
2. Langkah umum bikin struktur Lewis
Buat molekul kovalen (NH3, CH4, PCl3, H2O, dll.) aku biasanya pake langkah ini:
1) Hitung total elektron valensi semua atom
2) Tentukan atom pusat (biasanya yang paling sedikit jumlahnya atau yang paling kecil keelektronegatifannya, misal C, P, S)
3) Hubungkan atom pusat dengan atom lain pakai ikatan tunggal dulu (garis)
4) Lengkapi oktet atom di sekeliling dengan titik (elektron bebas)
5) Cek apakah elektron sudah habis. Kalau belum pas, ubah jadi ikatan rangkap dua/tiga kalau perlu.
3. Contoh cepat: struktur Lewis CH4 dan NH3
- CH4
- C = 4 elektron valensi, H = 1 (×4 = 4), total 8
- C di tengah, dihubungkan ke 4 H dengan ikatan tunggal → semua H sudah duet, C punya 8 elektron (4 pasang) di sekitarnya.
- Tidak ada pasangan elektron bebas di C. CH4 ini kovalen nonpolar, bentuknya simetris (tetrahedral).
- NH3
- N = 5 elektron valensi, H = 1 (×3 = 3), total 8
- N di tengah, dihubungkan ke 3 H dengan 3 ikatan tunggal → terpakai 6 elektron
- Sisa 2 elektron jadi 1 pasangan elektron bebas di N
- Karena ada pasangan elektron bebas, bentuknya piramida trigonal dan molekulnya polar.
4. PCl3 dan H2O: latihan pasangan elektron bebas
- PCl3
- P = 5, Cl = 7 (×3 = 21), total 26
- Bentuk 3 ikatan kovalen P–Cl (3 × 2 = 6 elektron)
- Sisa elektron dibagi jadi pasangan bebas di Cl dan 1 pasangan bebas di P.
- Karena ada pasangan elektron bebas di P, PCl3 juga polar.
- H2O
- O = 6, H = 1 (×2 = 2), total 8
- O terikat ke 2 H (4 elektron terpakai)
- Sisa 4 elektron di O → jadi 2 pasangan elektron bebas.
- Dua pasangan bebas ini bikin bentuk bengkok (V‑shape) dan H2O sangat polar.
5. Ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga (HCl, O2, N2)
Aku selalu ingat:
- HCl → kovalen tunggal (H–Cl), dipakai bersama 1 pasang elektron
- O2 → kovalen rangkap dua (O=O), 2 pasang elektron dipakai bersama
- N2 → kovalen rangkap tiga (N≡N), 3 pasang elektron dipakai bersama, ikatannya sangat kuat.
6. Struktur Lewis SiCl4, BF3, SO3 dan SO3^2-
Kalau sudah nyaman, baru naik level ke molekul yang sedikit lebih rumit:
- SiCl4 → Si di tengah, 4 ikatan tunggal Si–Cl, biasanya tanpa pasangan bebas di Si (simetris, cenderung nonpolar)
- BF3 → B di tengah, 3 ikatan tunggal B–F, tapi B hanya punya 6 elektron (kurang dari oktet). Ini contoh molekul yang oktetnya tidak lengkap.
- SO3 (netral) dan SO3^2- → di sini biasanya mulai muncul ikatan rangkap dan resonansi. Aku sering latihan hitung total elektron dulu, lalu coba beberapa kemungkinan struktur.
7. Tips belajar ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi (semi polar) muncul saat satu atom menyumbangkan sepasang elektron sekaligus, misalnya NH3–BF3. Di buku catatan, aku pakai tanda panah dari atom penyumbang (NH3) ke atom penerima (BF3). Dengan cara visual kayak gitu, aku jadi lebih gampang bedain dari kovalen biasa.
Intinya, semakin sering gambar struktur Lewis (CH4, NH3, PCl3, H2O, SiCl4, BF3, SO3, SO3^2-), makin kebentuk pola di kepala: mana yang ionik (NaCl, logam+nonlogam, serah‑terima elektron) dan mana yang kovalen (nonlogam+nonlogam, pemakaian elektron bersama).