Ya Allah, ampuni dosa mamakku, lapangkan kuburnya, dan tempatkan beliau di surga-Mu yang paling indah.”
Mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia adalah tradisi yang penuh makna dan sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Ungkapan doa seperti, "Ya Allah, ampuni dosa mamakku, lapangkan kuburnya, dan tempatkan beliau di surga-Mu yang paling indah," adalah bentuk komunikasi spiritual yang membawa ketenangan hati bagi anak dan keluarga yang ditinggalkan. Selain doa tersebut, saya juga biasa memperbanyak shalawat dan sedekah atas nama almarhumah ibu. Dalam pengalaman saya, hal ini tidak hanya menjadi amal jariyah untuknya, tapi juga membantu saya merasa lebih dekat dan terhubung secara emosional dengan beliau. Memberikan sedekah seperti mensedekahkan makanan atau membantu mereka yang membutuhkan dengan niat agar pahala sampai ke almarhumah ibu membuat saya merasa Allah SWT menerima doa-doa kami. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan keluarga ibu dan melakukan ziarah kubur secara rutin juga memberikan rasa damai tersendiri. Saat ziarah, saya biasanya membaca doa dan mengingat kenangan indah bersama ibu, yang membuat kenangan itu tetap hidup dan menjadi motivasi untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Sebagai tambahan, mempelajari dan memahami doa-doa dari berbagai sumber, seperti hadits dan Al-Qur’an, membuat saya lebih yakin bahwa setiap doa dan usaha baik yang kita lakukan akan bermanfaat bagi almarhum atau almarhumah. Mendoakan orang tua harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh harapan agar ikatan batin tetap terjaga meski mereka telah tiada.
