Arisan bikin untung atau rugi ya??
Arisan tuh sebenarnya bisa bantu kita disiplin nabung, nambah temen, sampai dapet uang gede sekaligus pas giliran.
Tapi di sisi lain, uangnya nggak berkembang, rawan rugi kalau keluar sebelum giliran, dan sering bikin kita kebawa boros pas kumpul-kumpul.
Jadi intinya… arisan boleh banget, asal nggak dijadiin solusi keuangan utama.
Ikut yang secukupnya, yang sesuai kemampuan.
Bukan ikut karena gengsi, bukan ikut karena takut ketinggalan circle.
Bunda sendiri gimana?
Arisan menurut bunda lebih banyak untungnya atau buntungnya?
Drop pendapat jujurmu di komentar yaaa 👇💬
Kalau dengar kata arisan, banyak ibu-ibu (termasuk aku) yang langsung semangat tapi juga sedikit deg-degan. Di satu sisi kebayang kumpul, ngobrol, ketawa bareng sambil nunggu kocokan arisan. Di sisi lain, dompet juga ikut was-was, takut malah jadi boros dan bokek. Buat yang masih suka bingung, arisan itu buat apa sih? Sederhananya, arisan itu cara "dipaksa" menabung bareng-bareng. Kita setor duit tiap periode (mingguan/bulanan), terus tiap putaran ada yang dapat uang besar sekaligus. Jadi, keuntungan ikut arisan itu kerasa banget kalau kamu kebagian giliran di awal, misalnya lagi butuh bayar sekolah anak atau beli barang rumah tangga. Rasanya kayak dapet rezeki nomplok, padahal itu uang kamu sendiri yang dikumpulin pelan-pelan. Tapi tetap ya, arisan itu ada untung rugi-nya. Untungnya: bisa jadi ajang silaturahmi, nambah teman, hiburan tipis-tipis buat ibu rumah tangga yang jarang keluar rumah. Kadang dari kumpul arisan, kita dapat banyak info: resep, kerjaan sampingan, sampai rekomendasi diskon. Kerugiannya: uang tidak berkembang seperti di deposito atau reksa dana, dan kalau kamu berhenti sebelum giliran, ya jelas rugi karena sudah bayar beberapa kali tapi belum pernah dapat kocokan. Banyak juga yang cari kata-kata arisan lucu buat undangan lewat WA. Biasanya isinya seloroh soal duit, kaya: "Yang telat bayar arisan, dompetnya makin tipis tanpa terasa" atau "Ingat arisan, ingat jadwal, daripada ingat mantan". Kata-kata untuk ibu-ibu arisan ini memang bikin grup WhatsApp jadi rame. Bahkan ada juga yang suka kirim meme arisan pakai gambar uang arisan bertumpuk dengan tulisan "Arisan bikin kaya atau bokek?" buat ngeguyon, padahal isinya kode halus biar semua ingat bayar arisan tepat waktu. Kalau soal bayar arisan, ini penting banget: jangan sampai numpuk. Aku biasanya langsung sisihkan duit arisan di awal gajian, jadi nggak kerasa berat. Anggap aja itu kewajiban seperti bayar listrik atau kuota internet. Biar makin semangat, kamu bisa tulis kata-kata motivasi soal duit di buku catatan atau wallpaper HP, misalnya: "Bayar arisan tepat waktu, biar giliran cair hati pun tersentuh". Buat yang suka bingung bikin kata-kata untuk kocokan arisan, bisa pakai gaya bercanda, contohnya: "Yang namanya disebut, siap-siap kaya mendadak" atau "Kalau namamu belum keluar, sabar, mungkin Tuhan ingin kamu lebih hemat dulu". Hal-hal kecil begini bikin suasana arisan lebih hidup dan nggak kaku. Intinya, arisan itu bisa jadi seru dan bermanfaat kalau sesuai kemampuan. Jangan ikut arisan cuma karena gengsi atau takut ketinggalan circle. Pilih nominal setor yang realistis, jangan sampai tiap ada kocokan arisan, kamu malah pusing cari pinjaman. Kalau mau, kamu juga bisa bikin arisan versi keluarga kecil dengan nominal ringan, biar tetap ada feel deg-degan nunggu giliran tapi nggak bikin dompet nangis. Kalau kamu sendiri, arisan bikin kaya atau bokek? Pernah punya pengalaman lucu atau pahit soal arisan? Boleh banget share di kolom komentar, siapa tahu cerita kamu bisa jadi pelajaran buat ibu-ibu lain.




jujur tergantung pemegang arisan ya kk🥰kalau aku gak dulu kk🥰