... Baca selengkapnyaWaktu anakku mau disapih dari dot di usia sekitar 2 tahun, jujur aku sempat bingung mulai dari mana. Dia sudah terlanjur nyaman banget sama dot, apalagi kalau mau tidur. Setelah coba beberapa cara dan sering gagal, akhirnya aku kombinasikan trik "sentuhan lipstik" di dot dengan beberapa langkah lain yang lebih pelan dan halus.
Pertama, aku kurangi dulu frekuensi pemakaian dot. Awalnya anak boleh pakai dot kapan saja, lalu pelan-pelan aku batasi hanya saat mau tidur malam. Setelah itu, aku kurangi lagi jadi hanya di jam-jam tertentu. Cara ini membantu anak beradaptasi tanpa merasa tiba-tiba kehilangan dot sepenuhnya.
Di siang hari, aku alihkan kebiasaan nyusu di dot dengan minum dari gelas belajar atau sedotan. Aku pilihkan botol minum dan gelas yang lucu, dengan gambar karakter yang dia suka, supaya dia semangat mencoba. Kadang aku isi susu UHT atau susu bubuk yang dia suka, penting juga cek teksturnya agar tidak terlalu kental supaya mudah diminum tanpa dot.
Trik lipstik di dot aku pakai saat merasa anak sudah agak siap. Aku oles sedikit lipstik merah di ujung dot, lalu tunjukkan perlahan. Biasanya anak kaget lihat warna merah di dot, dikira kotor atau darah, jadi dia otomatis enggan mengisapnya lagi. Di momen itu aku jelaskan pelan-pelan, misalnya, "Wah, dotnya sudah kotor ya, berarti kita sudah waktunya minum pakai gelas aja ya, kamu kan sudah besar." Jadi bukan cuma menakuti, tapi sekalian memvalidasi bahwa dia sudah "anak hebat" yang tidak butuh dot.
Supaya proses menyapih anak dari dot lebih lancar, aku juga siapkan pengganti rasa nyaman dari dot. Misalnya peluk ekstra sebelum tidur, bacain buku cerita, atau peluk boneka favorit. Intinya, rasa aman yang biasanya dia dapat dari dot diganti dengan bonding lain bersama orang tua. Pengalaman aku, kalau kita ikut emosional atau gampang luluh tiap anak menangis, proses menyapih bisa mundur lagi. Makanya konsistensi itu penting banget.
Waktu awal-awal tanpa dot, tidurnya memang sedikit lebih lama karena dia butuh adaptasi. Aku coba tetap tenang, dampingi sampai dia tidur, dan kurangi omelan. Yang perlu diingat, setiap anak beda-beda. Ada yang berhasil dalam beberapa hari, ada juga yang perlu beberapa minggu. Jadi kalau cara lipstik ini kurang ampuh di hari pertama, boleh diulang lagi dengan tetap mengimbangi dengan perhatian dan aktivitas bermain di siang hari.
Buat ibu yang anaknya sudah 2 tahun dan masih pakai dot, menurutku tidak perlu malu. Yang penting kita pelan-pelan cari cara menyapih yang cocok, tetap lembut tapi tegas. Kombinasi trik legendaris IRT seperti lipstik di dot, pengalihan ke gelas minum, dan kasih sayang ekstra biasanya cukup membantu proses menyapih jadi lebih mudah dan minim drama.
Kak, anak kaka sufor nyaa chil go yaa? Sbnr nyaa lebih bagus chil go atau chil mil kak?