GULA MERAH LEBIH SEHAT? INI FAKTANYA !
hallo lemoners 🍋
Di dapur setiap ibu rumah tangga, dua jenis gula ini pasti selalu ada.
Yang satu warnanya bening dan cepat larut — si gula putih,
yang satu lagi cokelat keemasan dan harum khas — si gula merah.
Tapi… mana yang sebenarnya lebih sehat? 🤔
🍚 Gula putih dibuat dari tebu yang dimurnikan, sehingga hampir seluruhnya berisi sukrosa (karbohidrat sederhana).
Dalam 100 gram gula putih:
➡️ Energi sekitar 364 kalori
➡️ Karbohidrat 94 gram
➡️ Hampir tanpa vitamin dan mineral
🍯 Gula merah juga dari tebu atau nira, tapi prosesnya tidak semurni gula putih.
Akibatnya masih tersisa sedikit zat gizi:
➡️ Energi sekitar 380 kalori
➡️ Karbohidrat 98 gram
➡️ Mengandung sedikit mineral (zat besi, kalsium, kalium) dan antioksidan alami dari nira
Namun, meski terlihat lebih “alami”, selisih kandungan gizinya sangat kecil.
Jadi, gula merah tidak otomatis lebih sehat dari gula putih.
Yang jauh lebih penting adalah berapa banyak gula yang dikonsumsi setiap hari.
🍎 Menurut WHO:
Dewasa: maksimal 50 gram per hari (±4 sendok makan)
Anak-anak: maksimal 25 gram per hari (±2 sendok makan)
Kelebihan gula bisa menyebabkan:
⚠️ Lonjakan gula darah
⚠️ Berat badan naik
⚠️ Risiko diabetes dan penyakit jantung
Jadi, baik gula merah maupun putih tetap perlu dibatasi.
Karena hidup sehat bukan tentang “gula mana yang lebih baik”, tapi tentang mengatur takarannya dengan bijak 🍵
✨ Ibu bijak tahu: manis boleh, tapi secukupnya aja
👉 Nah, kalau para irt lemon, lebih sering pakai gula putih atau gula merah di dapur?
Jujur, dulu aku tim "pokoknya gula merah pasti lebih sehat". Apalagi kalau lihat label gula merah alami atau gula merah batok, rasanya lebih tenang dipakai buat masak. Tapi setelah coba cari info soal gula darah dan indeks glikemik, ternyata bedanya nggak sedramatis itu. Indeks glikemik (IG) itu gampangnya ukuran seberapa cepat makanan/minuman bikin gula darah naik. Banyak yang bilang indeks glikemik gula merah lebih rendah dari gula putih, tapi faktanya perbedaan angkanya nggak terlalu jauh. Artinya, buat tubuh, dua-duanya tetap bisa bikin gula darah naik kalau dipakai kebanyakan. Sekarang di dapurku, aku bedain fungsi: - Gula putih dipakai dikit-dikit buat minuman: teh, kopi, atau jus. Soalnya lebih cepat larut dan rasanya "bersih". - Gula merah (termasuk gula merah batok) lebih sering kupakai buat masakan dan kue tradisional: tumisan, sambal, opor, sampai kolak. Rasanya lebih kaya dan ada aroma khas yang nggak bisa diganti. Soal "bagusan gula merah atau gula putih", menurut pengalamanku: - Dari sisi rasa: gula merah menang buat masakan, gula putih enak buat minuman. - Dari sisi kalori: hampir sama, tetap karbo simpel yang cepat diserap tubuh. - Dari sisi kesehatan: gula merah memang punya sedikit mineral dan antioksidan, tapi jumlahnya kecil banget kalau dibandingkan sama efek konsumsi gula berlebih terhadap gula darah. Aku juga pernah coba trik mengurangi gula pelan-pelan. Misalnya biasanya 2 sendok teh gula putih di teh hangat, sekarang kurangi jadi 1 sendok, lalu lama-lama cuma 1/2 sendok. Di resep kue pun, takaran gula sering aku kurangin 20–30% dari resep asli. Ternyata lidah bisa menyesuaikan, dan gula darah juga lebih aman. Kalau lagi pengin manis tapi mau lebih "aman", aku biasanya: - Manisin makanan dengan buah (pisang matang, kurma) untuk camilan. - Batasi minuman manis kemasan, karena itu sumber gula yang sering nggak kerasa banyaknya. - Baca bahan di kemasan: kadang tertulis gula merah, gula merah putih, atau campuran sukrosa lain, jadi tetap harus kontrol porsinya. Intinya, gula merah alami bukan berarti bisa dipakai sepuasnya, dan gula putih bukan otomatis jadi musuh utama. Yang paling berpengaruh ke gula darah dan berat badan tetaplah jumlah total gula yang kita konsumsi dalam sehari. Sekarang aku lebih fokus ke: seberapa sering minum manis, seberapa banyak gula di masakan, dan seberapa sering ngemil manis. Kalau kamu sendiri, di rumah lebih sering pakai gula merah atau gula putih? Dan pernah nggak coba kurangin takaran gula pelan-pelan buat jaga gula darah tapi tetap bisa makan yang manis-manis?


Lagi coba mengurangi keduanya sih kak, aku kalo pake gulmer juga ke aslam, karna kadang rasanya ada yg asem gitu