BUMIL WAJIB CEK RUTIN POSISI PLASENTA !

Hai Para Bumil Lemon! 🍋

Udah cek posisi ari-ari alias Plasenta kamu?

#PerasaanKu ingin semua bumil tahu informasi ini: Kalau plasenta sampai di bawah dan nutupin jalan lahir (Plasenta Previa), ini bukan kondisi biasa. Risiko pendarahan hebat itu NYATA dan harus diwaspadai! 🚨

geser2 ya 👉 untuk tahu ciri-ciri utama yang harus kamu waspadai di trimester kedua/ketiga.

Kunci Aman: Patuhi anjuran dokter dan jangan pernah skip jadwal USG!

Ingat, selain fisik, jaga juga mental ya, Moms. Cari support system yang kuat karena perjuangan bumil Plasenta Previa itu luar biasa! ❤️

Semoga semua para bumil, selalu diberikan kesehatan dan kelancaran sampai persalinan nanti ya. Amin! 🙏

#TentangKehidupan #IRTAwards #BahasMental #infokehamilan

Lemon8IRT Lemon8_ID

2025/11/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku kira posisi plasenta itu nggak terlalu penting, yang penting bayinya sehat. Tapi setelah baca dan ngobrol dengan dokter, aku baru sadar kalau plasenta di bawah itu bisa bahaya banget, apalagi kalau sampai jadi plasenta previa totalis. Dokter sempat jelasin pakai ilustrasi medis dan diagram plasenta: di posisi normal, plasenta nempel di bagian atas atau samping rahim, nggak nutupin mulut rahim. Sementara pada plasenta previa, plasenta justru turun ke bawah dan bisa menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Dari gambar mulut rahim yang tidak normal itu kelihatan banget kenapa jalan lahir jadi terhalang dan risiko perdarahan meningkat. Ciri-ciri plasenta previa yang paling sering dibahas adalah perdarahan dari vagina tanpa rasa nyeri, biasanya muncul di trimester kedua atau ketiga. Perdarahan ini bisa berulang, kadang dipicu aktivitas seperti terlalu banyak jalan, naik turun tangga, atau berhubungan intim. Kalau bumil mengalami perdarahan seperti ini, jangan dianggap flek biasa ya, langsung cek ke IGD atau dokter kandungan. Ada beberapa jenis plasenta previa: low-lying, marginalis, parsialis, dan totalis. Dari penjelasan dokter, yang paling bikin deg-degan adalah plasenta previa totalis karena mulut rahim tertutup penuh dan hampir pasti harus lahir dengan operasi caesar. Di beberapa kasus, dokter akan mempersiapkan persalinan lebih awal karena khawatir perdarahan hebat atau bayi tidak bisa bertahan kalau dipaksakan nunggu kontraksi. Selain itu, ada juga kondisi plasenta lengket di rahim (misalnya plasenta akreta, walau bukan fokus utama di sini) yang bisa bikin proses setelah melahirkan jadi lebih berisiko karena plasenta susah lepas. Dokter biasanya memantau dengan USG dan melihat bentuk rahim, ketebalan dinding, dan posisi plasenta untuk memprediksi kemungkinan masalah setelah persalinan. Itu sebabnya kontrol rutin dan USG berkala sangat penting, bukan cuma buat lihat jenis kelamin bayi. Yang kadang terlupakan adalah membedakan gejala plasenta previa dengan kondisi lain seperti preeklamsia. Preeklamsia biasanya punya ciri-ciri seperti bengkak berlebihan, tekanan darah tinggi, dan pusing hebat, sedangkan plasenta previa lebih fokus pada perdarahan vagina tanpa nyeri. Kalau bumil ngerti perbedaan ciri-ciri ini, rasanya sedikit lebih tenang karena tahu kapan harus segera ke rumah sakit dan apa yang perlu ditanyakan ke dokter. Setelah melahirkan, rahim dan plasenta akan dievaluasi juga. Ada ibu yang suka kepo tentang "doğum sonrası rahim görüntüsü" atau tampilan rahim pasca persalinan. Biasanya dokter menjelaskan apakah rahim berkontraksi dengan baik, apakah ada sisa plasenta, dan bagaimana proses pemulihan. Kalau sebelumnya punya plasenta previa, pemantauan setelah melahirkan biasanya lebih ketat untuk mencegah perdarahan lanjutan. Dari semua informasi ini, pelajaran terbesar buatku adalah: jangan pernah skip jadwal USG. Tanyakan ke dokter, "plasenta saya di posisi mana, dok? Apakah di bawah berbahaya?" Minta dijelaskan dengan gambar atau diagram kalau perlu, supaya kita kebayang bedanya plasenta normal dan plasenta yang menutupi jalan lahir. Selain jaga fisik dengan istirahat total kalau disarankan, penting banget punya support system yang paham kondisi kita, karena perjalanan bumil dengan plasenta previa kadang penuh rasa takut dan cemas. Kalau kamu lagi hamil dan mulai worry soal plasenta, nggak apa-apa kok untuk cari second opinion. Yang penting, jangan mengabaikan perdarahan apa pun, sekecil apa pun. Lebih baik terlihat "lebay" di IGD daripada terlambat menangani kondisi yang memang nyata berbahaya bagi ibu dan bayi.

10 komentar

Gambar Mphiiw
Mphiiw

Masha Allah.. kl aku inkompetensi serviks d kehamilan pertama dan sampe operasi ikat rahim ka...sehat2 semua 🤲

Lihat lainnya(6)
Gambar vieriens
vieriens

saya lahiran anak pertama thn 2017 kak, kandunganku lemah capek dikit ngeflek.. pas priksa d suruh USG dan ternyata ari ari nutupin jalan lahir bidan bilang harus SC tp Alhamdulillah anakku lahir normal d usia kandungan 7 bln dgn BB 1,6kg.. Krena waktu itu selama 10hari ketubanku keluar trs JD 2x opname sampe d kuatkan kandunganku.. pdhl mau plg dr RS USG itu anakku sungsang kak tp Alhamdulillah besoknya lahir normal gak SC.. Alhamdulillah anakku sampe skrg sehat wal Afiat.. Bener² perjuangan kak abz lahiran nunggu anak d ruang NICU selama 15 hari jd tdur d lantai nunggu anak soalnya dr RS k rumah jauh bgd🥺.. Alhamdulillah anak keduaku lahir normal 9bln☺️

Lihat komentar lainnya