HEMAT MANA? OVEN TANGKRING VS OVEN LISTRIK? 🤔
Hallo lemonades 🍋
Jujurly, niat hati tahun depan pengen banget stop beli kue kering kiloan. Pengennya sih meja tamu penuh sama hasil karya tangan sendiri pas Lebaran nanti. Pasti bangga banget kan? ✨
Bukan cuma buat konsumsi sendiri sih, sebenernya ada cita-cita terpendam... Kalau udah mahir nanti, aku pengen banget buka bisnis kue kecil-kecilan kayak kakak iparku! Hihi. Ngelihat beliau bisa cuan dari dapur sendiri tuh bikin mupeng banget! 💸🤩
Tapiii... kegalauan dimulai dari sini! Mau beli alat tempurnya tapi bingung pilih yang mana:
👉 Oven Tangkring (A): Harganya bersahabat banget, nggak bikin tagihan listrik menjerit. Katanya sih kalau buat jualan, pakai ini lebih untung karena biaya operasionalnya murah. Tapi buat pemula, apa nggak PR banget ya atur panasnya? 🤣
👉 Oven Listrik (B): Cakep, estetik, tinggal set suhu & timer terus ditinggal drakoran juga aman. Hasilnya pasti lebih konsisten buat jualan. Tapi ya itu... watt-nya bikin deg-degan pas bayar tagihan! ⚡️💸
Tadinya sih mau nungguin mukjizat dapet hadiah oven dari Lemon8, tapi sadar diri kalau saingannya ratusan sedangkan keberuntunganku cuma setipis kulit nastar. 🤣 belum tentu menang juga hiks! 😂
Daripada lebaran nanti cuma bisa cium aroma kue dari rumah tetangga, mending gas beli sekarang aja kali ya ?
Kira-kira buat pemula yang mau belajar sekaligus persiapan bisnis, mana yang lebih "investasi" banget?
Tolong dong bisikin di bawah, kalian pilih A atau B? Beserta alasannya ya biar aku nggak makin galau! 👇
Karena aku lumayan serius pengen stop beli kue kering kiloan dan mulai produksi sendiri pakai oven tangkring di atas kompor gas atau oven listrik, aku mulai riset kecil-kecilan. Ternyata, makin dibaca makin kerasa kalau pilihan oven ini bakal ngaruh ke tagihan gas/listrik dan juga kenyamanan pas dipakai. Pertama, soal oven tangkring di atas kompor gas. Oven kompor tangkring itu cara kerjanya sebenarnya simpel: panas dari api kompor gas naik ke dalam oven. Tantangannya di awal adalah belajar atur besar-kecil api. Biasanya, kalau api terlalu besar, bagian bawah kue cepat gosong sementara atasnya masih pucat. Banyak yang nyaranin pakai api kecil–sedang dan pakai rak tengah supaya panasnya lebih rata. Ada juga yang alasin bagian bawah oven pakai loyang kosong atau pasir halus khusus oven supaya panasnya nggak terlalu nyelekit di dasar loyang. Cara menggunakan oven tangkring yang sering aku baca: selalu panaskan dulu 10–15 menit sebelum kue masuk, pakai api kecil, terus jangan sering-sering buka tutup oven karena panas bisa kabur. Untuk beberapa jenis kue kering, biasanya butuh 20–30 menit, tapi kita harus rajin cek dari kaca kecil di pintu oven atau lihat warna pinggir kue. Jadi, memang lebih banyak feeling dan pengalaman, tapi sisi positifnya: nggak pakai listrik sama sekali dan biaya operasionalnya mengandalkan gas yang relatif lebih hemat buat yang sering baking. Trus, kalau ngomongin oven tangkring yang bagus merk apa, banyak yang rekomendasikan merk lokal yang bahannya tebal dan pintunya rapat, karena ini pengaruh banget ke kestabilan suhu. Katanya, jangan tergiur harga super murah kalau platnya tipis, soalnya panas gampang bocor dan bikin kue matang nggak merata. Ada juga yang suka oven tangkring gas model baru (bukan yang di atas kompor biasa) karena api atas bawahnya sudah diatur dari tabung gas langsung, tapi ini tentu harganya beda kelas. Sekarang pindah ke oven listrik. Jenis oven listrik itu banyak: ada yang mini, ada oven listrik besar yang kapasitasnya muat beberapa loyang sekaligus. Kalau untuk rencana bisnis kecil-kecilan, oven listrik besar lumayan menggiurkan karena bisa memanggang banyak dalam sekali jalan. Di panel oven listrik biasanya ada lambang api atas bawah oven. Simbol ini menunjukkan elemen pemanas mana yang nyala: api atas saja, bawah saja, atau atas bawah sekaligus. Ini penting banget buat menentukan jenis kue: misalnya, kue kering biasanya pakai api atas bawah, sementara beberapa jenis roti lebih sering pakai api bawah dulu baru finishing api atas. Cara pakai oven listrik memang kelihatan lebih gampang: set suhu, pilih mode api (atas, bawah, atau atas bawah), atur timer, selesai. Tapi PR-nya di watt. Kalau di rumah listriknya cuma 900–1300 watt, harus pintar pilih oven listrik dengan watt yang sesuai, atau diatur pemakaiannya supaya nggak bareng-bareng sama peralatan lain yang berat (setrika, AC, dsb.). Tapi dari segi konsistensi hasil panggangan, banyak yang bilang oven listrik lebih "aman" buat pemula karena suhunya bisa dipantau dan diulang dengan setting yang sama. Aku juga sempat ngecek merk-merk seperti oven Roschel dan sejenisnya buat bahan pertimbangan. Di review pengguna, biasanya yang mereka bahas itu: apakah pemanas atas bawahnya rata, pintu kacanya rapat, dan apakah suhu real di dalam oven sesuai dengan angka di knob. Beberapa orang bahkan pakai termometer oven tambahan untuk memastikan suhunya stabil. Kesimpulannya dari hasil baca-baca dan curhat sana-sini: kalau mau super hemat dan siap belajar feeling, oven tangkring kompor gas masih jadi juara biaya. Tapi kalau prioritasnya praktis, nggak mau ribet atur api, dan pengen hasil lebih konsisten apalagi buat jualan, oven listrik besar dengan pengaturan api atas bawah bisa jadi investasi jangka panjang. Sekarang tinggal sesuaikan sama kondisi rumah, daya listrik, dan seberapa sering kita bakal baking. Aku sendiri masih condong ke oven tangkring dulu buat belajar, nanti kalau udah sering terima orderan baru upgrade ke oven listrik yang lebih serius.

aku tim oven tangkring kak rena kalau oven listrik butuh watt gede 😂aku punya tp ga pernah di pakai jadi pajangan aja 😂