... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku sering ikut-ikutan saja makan kurma saat buka puasa tanpa tahu kenapa dianjurkan jumlahnya ganjil. Setelah belajar sedikit demi sedikit, baru kerasa ternyata ada makna yang dalam di balik "kurma ganjil" ini.
Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan kurma dan memilih jumlah ganjil: 1, 3, 5, atau 7 buah. Alasannya bukan sekadar angka, tapi sebagai bentuk pengagungan kepada Allah yang Maha Esa dan mencintai yang ganjil. Buat aku pribadi, hal ini jadi pengingat bahwa ibadah itu kadang terlihat kecil, tapi niat dan ketaatan di baliknya yang membuatnya bernilai besar.
Kalau kamu bertanya "kenapa kurma harus ganjil?", salah satu jawabannya adalah karena itu bagian dari sunnah Rasulullah ﷺ yang mengajarkan kita adab dalam berbuka puasa. Saat memilih jumlah kurma ganjil, kita seakan diajak untuk sadar: buka puasa bukan cuma soal menghilangkan lapar, tapi juga momentum memperbaiki hubungan dengan Allah lewat amalan sederhana.
Aku sendiri sekarang kalau menyiapkan menu buka puasa, selalu sisipkan kurma ganjil di mangkuk kecil. Biasanya tiga buah kurma, karena pas di perut dan tetap terasa ringan. Polanya jadi seperti ini: ketika azan berkumandang, aku mulai dengan baca doa buka puasa, lalu makan kurma ganjil dulu sebelum minum air putih. Setelah itu baru lanjut ke makanan lain. Rasanya beda, ada momen tenang dan syukur sebelum sibuk dengan hidangan yang lain.
Hal menarik lainnya, kurma itu bukan cuma sunnah, tapi juga menyehatkan. Kurma kaya gula alami yang cepat dikonversi jadi energi, cocok untuk mengganti tenaga setelah seharian berpuasa. Kandungan seratnya membantu pencernaan, dan kalau dimakan dalam jumlah ganjil sesuai sunnah, kita jadi dapat dua manfaat sekaligus: kesehatan dan pahala mengikuti Rasul.
Kalau kamu masih kesulitan membiasakan kurma ganjil, coba mulai dari langkah kecil. Misalnya, sediakan stok kurma di rumah khusus untuk Ramadhan, taruh di wadah yang mudah terjangkau. Set niat dari sekarang: setiap buka puasa, minimal makan satu atau tiga buah kurma dulu sebelum menu yang lain. Lama-lama, insya Allah, jadi kebiasaan yang kamu rindukan.
Ramadhan juga momen yang pas untuk mengumpulkan "sunnah kecil" yang mudah dilakukan. Selain kurma ganjil, kamu bisa tambah kebiasaan lain seperti memperbanyak salam, dzikir setelah shalat, membaca Al-Qur'an walau hanya beberapa ayat per hari, atau memperbanyak doa menjelang berbuka. Sekecil apa pun, kalau dilakukan dengan konsisten, efeknya besar untuk hati.
Menurutmu sendiri, kalau sudah tahu kenapa kurma harus ganjil, apakah kamu tertarik buat mulai membiasakannya di buka puasa? Bisa banget dijadikan amalan keluarga: ajak orang tua, pasangan, atau anak untuk sama-sama menikmati kurma ganjil sebagai menu buka puasa favorit Rasulullah ﷺ. Dengan begitu, setiap suapan kurma bukan cuma manis di lidah, tapi juga manis di catatan amal.
masyaallah ya kak ren Rasulullah buka puasa kurma ganjil