5 hal yang bikin puasa sia-sia! sering dilakuinš
Hallo warga Lemon8! š
š Ramadhan bukan cuma tentang menahan lapar dan hausā¦
Kadang kita fokus jaga yang membatalkan puasa,
tapi lupa ada hal-hal kecil yang tanpa sadar bisa mengurangi pahala.
Padahal niatnya sudah baik, Ibadahnya juga jalan.
Tapi lisan, hati, dan sikap sering luput dijaga.
Di slide ini aku rangkum 5 hal yang sering dianggap sepele, padahal bisa merusak dan mengurangi pahala puasa kita.
semoga jadi pengingat bareng š¤
Kira-kira nomor berapa yang paling sering kita lakukan tanpa sadar?
Save dulu biar bisa dibaca ulang āØ
#RamadhanGuide #NyataDanBermanfaat #ramadhan2026 #selfreminder #pahalapuasa
Puasa di bulan Ramadhan seringkali dipahami hanya sebagai menahan lapar dan haus, padahal ibadah ini juga menyangkut kualitas lisan, hati, dan perilaku kita sehari-hari. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya pernah tidak sadar sering melakukan beberapa hal yang memang dianggap sepele, tetapi sebenarnya sangat berpengaruh terhadap pahala puasa. Misalnya, saya suka tergoda untuk membuka media sosial berjam-jam tanpa tujuan yang bermanfaat, yang termasuk kategori melalaikan waktu dengan hal sia-sia. Hal tersebut membuat saya merasa puasanya kurang bermakna karena waktu yang seharusnya bisa diisi dengan kegiatan produktif atau ibadah malah terbuang. Selain itu, saya juga pernah tanpa sengaja terlibat dalam obrolan yang mengandung ghibah, yaitu membicarakan keburukan orang lain. Padahal, ulama menjelaskan ghibah bisa merusak pahala puasa secara serius. Menghindari ghibah dan menjaga lisan dari dusta, terutama bohong kecil atau melebih-lebihkan cerita, sangat penting agar ibadah puasa kita tetap murni dan diterima. Menjaga hati juga berarti menghindari amarah yang berlebihan dan ucapan kotor seperti maki-maki atau sindiran tajam. Saya belajar bahwa saat amarah muncul, sebaiknya segera ingat tujuan puasa dan mencoba menahan diri dengan berdoa atau mengambil napas panjang. Selain sikap dan ucapan, juga perlu waspada dengan konten yang kita lihat dan dengar. Menghindari hal-hal haram seperti konten tidak pantas atau ujaran kebencian membantu menjaga hati tetap bersih dan puasa menjadi lebih berkualitas. Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga diri dari hal-hal yang bisa merusak pahala, baik yang besar maupun kecil. Semoga dengan saling mengingatkan dan memperbaiki diri, Ramadhan kali ini kita dapat menjalani puasa yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.


Astagfirullah suka kelewatan scroll TikTokš„²