Banyak yang merasa sudah rajin posting, tapi hasilnya belum maksimal.
Salah satu penyebabnya adalah semua konten dibuat dengan tujuan yang sama: jualan.
Padahal setiap jenis konten punya fungsi yang berbeda.
Ada yang bertugas menarik perhatian (Awareness), membangun kepercayaan (UGC), dan ada yang bertugas menghasilkan penjualan (Hard Selling).
Kalau komposisinya tepat, kontenmu akan lebih efektif dalam membawa audiens dari sekadar melihat sampai akhirnya membeli. 🚀
#ContentMarketing #DigitalMarketing #StrategiKonten #KontenBisnis #contentcreator
Dalam pengalaman saya sebagai content creator dan marketer, memahami perbedaan fungsi tiap jenis konten sangat penting untuk mencapai target yang diinginkan. Banyak pengguna media sosial atau brand yang hanya fokus membuat konten jualan (hard selling) secara terus-menerus, sehingga audiens merasa bosan atau bahkan skeptis. Saya biasanya memulai dengan konten soft selling yang berfokus pada edukasi dan hiburan untuk menarik perhatian audiens. Konten ini seperti pengantar yang membangun kesadaran tentang brand atau produk tanpa harus langsung menampilkan penawaran. Contoh konten soft selling yang saya buat termasuk tips penggunaan produk, cerita singkat terkait masalah yang bisa diselesaikan produk, dan video hiburan yang relevan. Selanjutnya, saya gunakan konten User Generated Content (UGC) untuk membangun kepercayaan. UGC secara efektif memberikan testimoni dan pengalaman nyata dari pengguna lain yang membuat brand terasa lebih autentik dan dipercaya. Saya sering mengajak pelanggan untuk berbagi pengalaman mereka, dan mempostingnya sebagai story, review, atau video pendek. Ini membantu meningkatkan konversi karena calon pembeli merasa lebih yakin dengan pengalaman orang lain. Terakhir, saya menempatkan konten hard selling sekitar 10% dari keseluruhan postingan. Hard selling berisi ajakan beli yang jelas, promosi harga, dan CTA (Call To Action) yang spesifik. Misalnya, saya membuat konten promosi yang hanya muncul beberapa kali dalam sebulan agar tidak mengurangi minat audiens. Menurut takaran yang sering saya pakai, komposisi konten seperti ini efektif: 70% awareness/soft selling, 20% UGC, dan 10% hard selling. Kombinasi ini membantu audiens bergerak dari tahap mengenal brand hingga akhirnya melakukan pembelian dengan langkah yang nyaman dan tidak terkesan dipaksa. Menerapkan ketiga jenis konten ini secara konsisten dan seimbang akan membantu membuat strategi pemasaran kamu lebih menyeluruh dan kuat. Jangan lupa untuk terus memonitor respons audiens agar bisa menyesuaikan takaran konten sesuai kebutuhan dan tren yang sedang berjalan.






