Mendekati weekend & liburan biar ga stress ma rutinitas, bisa kali kita liat2 ide interior bergaya tradisional, seperti contoh interior di salah 1 cafe di Kemang Jaksel ini
* untuk plafond area makan menggunakan bambu dengan warna aslinya, jdi msh brasa alaminya
* sedang tiangnya2 juga dari beberapa kumpulan kayu mirip kayu kaso gtu, yg diikat jadi 1 pake semacem tambang hitam. biar manis dikasih sentuhan kain kotak2 warna hitam putih
* untuk lantainya bukan keramik melainkan menggunakan pasir loh, berasa kaya lgi dipinggir pantai deh
* pembatas area kamar mandi juga masih menggunakan kayu yg dipasang berjejer jarang2
* naik ke lt 2, railing tangga dibuat dari bambu natural tanpa sentuhan warna apa2
* trakhir cafe itu memakai sentuhan jerami untuk hiasan atapnya
secara keseluruhan dpt siih kesan kaya rumah2 tradisional pinggir pantai gtu, menurut mu gmn?
... Baca selengkapnyaWaktu lihat langsung konsep cafe bambu ini, aku jadi kepikiran kalau ide seperti ini sebenarnya gampang banget diadaptasi buat rumah atau usaha kecil. Kuncinya di pemilihan material dan konsistensi tema tradisionalnya.
Kalau kamu lagi cari ide plafon kain cafe, kamu bisa mulai dari area yang paling sering difoto pengunjung, misalnya area kasir, meja panjang, atau spot dekat jendela. Plafon kain nggak harus full menutup seluruh langit-langit, bisa juga dibuat bentuk gelombang atau layer-layer memanjang. Pilih kain warna netral seperti putih, krem, atau kain kotak-kotak hitam putih seperti di cafe ini supaya tetap berasa tradisional tapi nggak berlebihan.
Untuk konsep cafe bambu, menurutku yang paling penting adalah kombinasi antara bambu dan kayu. Di cafe yang aku datangi, plafon bambu dibiarkan dengan warna aslinya, jadi kesan alaminya kuat banget. Kamu bisa tiru dengan membuat rangka plafon dari bambu yang disusun rapat, lalu tambahkan lampu gantung warm white di beberapa titik. Kalau budget minim, cukup pakai bambu di area tertentu saja, misalnya di atas area makan utama atau di sudut foto.
Ide lain yang bisa kamu adaptasi adalah tiang kayu yang dibalut kain kotak-kotak. Kain motif seperti ini identik dengan suasana tradisional ala Bali, tapi tetap cocok buat cafe kekinian. Selain di tiang, kamu bisa pakai kain kotak-kotak sebagai taplak meja kecil, cover bantalan kursi, atau tirai tipis di dekat jendela. Efeknya ruangan langsung terasa lebih tematik dan instagramable.
Lantai pasir seperti di cafe ini memang unik dan bikin berasa di pinggir pantai, tapi buat kamu yang punya cafe indoor, bisa diakali dengan area kecil saja, misalnya sudut lesehan atau smoking area. Kalau di rumah, bisa diterapkan di area taman belakang. Yang penting, pikirkan soal kebersihan dan perawatan, misalnya sediakan sapu khusus dan batasan area supaya pasirnya nggak menyebar kemana-mana.
Railing tangga dan pagar bambu di lantai atas juga menarik banget buat ditiru. Kalau kamu punya lantai dua atau mezzanine, pagar bambu natural tanpa finishing memberi kesan simpel tapi hangat. Padukan dengan tali atau tambang hitam sebagai aksen, seperti di foto yang ada railing tali itu. Ini bisa jadi ciri khas desain yang beda dari cafe lain.
Terakhir, sentuhan jerami di bagian atap dan dinding putih bertekstur bikin suasana makin homey. Kamu nggak perlu pakai jerami beneran di seluruh atap, cukup jadikan aksen di sudut tertentu atau di atas rak pajangan. Dinding putih bertekstur juga cocok jadi background foto, tinggal tambahkan dekor kayu kecil atau tanaman gantung.
Intinya, plafon kain cafe dan konsep cafe bambu itu fleksibel banget. Kamu bisa mulai pelan-pelan: ganti plafon area kecil dengan bambu, tambah kain motif tradisional, lalu pelan-pelan upgrade ke lantai, railing, dan dekor. Sesuaikan saja dengan budget dan ukuran ruang, yang penting tema tradisionalnya terasa dan tamu yang datang merasa nyaman.