JKJ = Jakarta, Jogja Klaten
"My Beloved City"/Alun Alun Klaten
Kadang orang nanya, kenapa sih bisa sampai segitu cintanya sama kota tempat kita pernah tinggal? Buat aku, tiga kota yang selalu di hati itu Jogja, Jakarta, dan Klaten. Di desain "JOGJA JAKARTA KLATEN" yang aku buat, ada tulisan "always di hati" karena memang rasanya susah banget move on dari kenangan di tiga kota ini. Jogja itu buat aku kota yang lembut tapi kuat. Setiap kali lihat Tugu Jogja, rasanya kayak diingatkan sama masa-masa merantau, belajar mandiri, dan ketemu orang-orang baik yang bikin aku merasa diterima. Nggak tahu kenapa, setiap pulang ke Jogja selalu ada rasa "i love Jogja" yang nggak bisa dijelasin. Naik motor pelan-pelan malam hari, lewat Malioboro, atau sekadar nongkrong di angkringan, bikin aku bangga pernah jadi bagian dari kota ini. Jakarta beda lagi ceritanya. Kota ini keras, cepat, kadang melelahkan, tapi di balik itu semua aku "still love and proud to be a part of this city". Di Jakarta aku belajar kejar mimpi, bangun pagi demi transport, lembur, dan macet yang kayak nggak ada habisnya. Tapi justru dari situ kebentuk mental. Setiap lihat tulisan "I❤️ JAKARTA" di desainku, aku keinget orang-orang yang berjuang tiap hari di kota ini. Walaupun banyak yang bilang Jakarta kejam, menurutku Jakarta juga penuh kesempatan kalau kita berani mencoba. Klaten punya rasa yang paling hangat. Di sini lebih pelan, lebih tenang. Gambar rumah tradisional di desain "Klaten" itu bukan cuma estetika, tapi simbol rumah dan akar. Di Klaten, aku merasa benar-benar jadi bagian dari komunitas: kenal tetangga, nongkrong di Alun Alun Klaten, beli jajanan di pinggir jalan. Kota ini mungkin nggak sebesar Jakarta atau se-populer Jogja, tapi justru karena itu aku bangga pernah jadi bagian dari Klaten. Ada rasa "still love and proud to be a part of this city" yang beda: lebih sederhana, tapi dalam. Kalimat "proud to be part of" buat aku bukan sekadar quote. Itu cara menghargai setiap fase hidup di tiga kota ini. Masing-masing punya sisi baik dan buruk, tapi semua pengalaman di sana yang bikin aku sekarang. Makanya di desain aku pakai simbol pohon dengan daun berbentuk hati merah: pohon itu seperti perjalanan hidup, dan daun-daun hati itu kenangan di Jogja, Jakarta, Klaten yang selalu menempel. Kalau kamu juga punya kota yang kamu sayangi, coba luangkan waktu buat mikir: apa aja momen yang bikin kamu bisa bilang "i love" kota itu dan bangga jadi bagiannya? Entah itu kota besar seperti Jakarta, kota pelajar seperti Jogja, atau kota kecil seperti Klaten, tiap tempat pasti punya cerita. Menulis, menggambar, atau sekadar upload foto di Alun Alun Klaten atau Tugu Jogja bisa jadi cara buat ngasih tahu ke diri sendiri: aku bangga pernah hidup di sini. Buatku, tiga kota ini mengajarkan hal yang beda: Jogja tentang kehangatan dan kreativitas, Jakarta tentang keberanian dan kerja keras, Klaten tentang pulang dan rasa memiliki. Dan selama masih bisa bilang "always di hati", berarti kota-kota itu akan selalu jadi bagian penting dari siapa aku sekarang.



