Kue apem tanpa tape
Bahan:
150 gr tepung beras
70 gr tepung terigu
½ sdt garam
½ sdt vanili bubuk
½ sdt ragi
1 sdt baking powder
125 gr gula pasir
250 ml santan
Diamkan 1 jam,bagi adonan jadi 2 beri warna merah rose,kukus 20 menit api besar
Aku pertama kali coba bikin kue apem pink ini karena kangen jajanan pasar, tapi di rumah lagi nggak ada tape. Ternyata bisa banget bikin apem warna pink tanpa tape, tetap empuk dan wangi santan. Yang penting, perhatikan takaran bahan dan cara mengukusnya. Untuk hasil apem pink yang lembut dan mekar cantik, aku selalu pakai kombinasi tepung beras dan tepung terigu seperti di resep: 150 gr tepung beras dan 70 gr tepung terigu. Tepung beras bikin tekstur khas apem tradisional, sedangkan terigu bantu adonan jadi lebih lembut dan nggak keras. Jangan lupa ayak kedua tepung ini bersama baking powder dan vanili bubuk supaya adonan halus dan nggak bergerindil. Bagian yang paling penting menurutku itu di raginya. Pakai 1/2 sdt ragi lalu campur dengan gula pasir dan santan hangat (jangan terlalu panas supaya ragi nggak mati). Setelah adonan tercampur rata, diamkan adonan kurang lebih 1 jam. Di tahap ini, aku selalu tutup adonan dengan serbet bersih dan taruh di tempat yang agak hangat. Kalau sudah berhasil, adonan akan mengembang dan muncul sedikit gelembung kecil di permukaan. Supaya kue apem pink terlihat cantik, setelah 1 jam aku bagi adonan jadi 2 bagian. Satu dibiarkan putih, satu lagi aku beri warna merah rose sampai dapat warna pink lembut. Cetakan bisa pakai cetakan kecil diameter sekitar 7–8 cm, oles tipis dengan minyak supaya apem nggak lengket. Waktu menuang adonan ke cetakan, jangan penuh–penuh, cukup sekitar 3/4 saja karena nanti adonan akan naik saat dikukus. Sebelum memasukkan adonan, pastikan air kukusan sudah mendidih dulu dan uapnya banyak. Ini penting kalau mau apemnya mekar dan matang merata. Kukus 20 menit dengan api besar, dan selama mengukus jangan sering buka tutup kukusan supaya apem nggak bantat. Aku biasanya alasi tutup kukusan dengan kain supaya uap air nggak menetes ke permukaan kue. Kalau mau dijadikan ide jualan atau pelengkap 30 nama kue tradisional di meja snack, apem pink ini cocok banget. Warnanya cerah, bisa dihias dengan taburan kelapa parut kukus yang sudah diberi sedikit garam. Versi tanpa tape seperti ini juga lebih awet dan rasanya ringan, jadi banyak yang suka. Kamu juga bisa kreasikan jadi apem pelangi dengan beberapa warna lain, tapi warna pink tetap jadi favoritku karena terlihat manis dan menarik kalau disajikan di acara arisan atau pengajian. Dari pengalamanku, kunci sukses kue apem warna pink itu: takaran santan pas (250 ml), ragi masih aktif, adonan didiamkan cukup waktu, dan kukusan benar-benar panas. Kalau semua sudah oke, hasilnya apem lembut, harum vanili, dan merekah cantik ketika dibelah. Cobain versi tanpa tape ini kalau kamu lagi cari variasi apem pink rumahan yang simpel tapi tetap berasa kue tradisional jadul.
🤩