Numpang di tabulapot pohon alpukat

2025/12/18 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku termasuk yang rumahnya nggak punya lahan luas, jadi kalau mau nanam sayur harus putar otak. Salah satu cara yang lagi aku coba adalah menyemai bibit sawi caisim di karung putih, lalu karungnya aku taruh di atas pot pohon alpukat. Jadi satu pot bisa menampung dua tanaman: pohon alpukat sebagai tanaman utama, dan sawi caisim sebagai sayur cepat panen. Untuk bibit sawi caisim, aku suka pilih yang kemasannya jelas, tanggal kadaluwarsa masih lama, dan bijinya utuh, tidak berjamur. Sebelum disemai, media tanamnya aku campur dari tanah gembur, kompos atau pupuk kandang matang, dan sedikit sekam bakar supaya poros. Kalau mau lebih praktis, bisa pakai media tanam siap pakai dari toko, yang penting teksturnya gembur dan mudah menyerap air. Cara menyemainya juga simpel. Karung putih atau polybag kecil diisi media tanam, jangan dipadatkan terlalu keras. Bibit sawi caisim cukup ditabur tipis, lalu ditutup sedikit dengan tanah halus. Setelah itu disiram pakai sprayer supaya tanah lembap tapi tidak becek. Karung yang sudah diisi bibit ini aku taruh di ruang kosong di pot pohon alpukat. Selain menghemat tempat, area sekitar pohon biasanya sudah teduh tapi tetap kena cahaya, cocok buat bibit. Buat yang masih ragu apakah alpukat bisa ditanam di pot, jawabannya bisa banget, terutama kalau pakai pot yang besar dan dalam. Kuncinya, media tanam harus gembur dan drainasenya bagus supaya akar alpukat tidak gampang busuk. Di sela-sela pot alpukat inilah kita bisa manfaatkan ruang kosong untuk semai sayur cepat panen seperti caisim, kemangi, atau sawi lainnya. Perawatan bibit sawi caisim di pot alpukat ini juga nggak ribet. Aku biasanya siram satu sampai dua kali sehari tergantung cuaca, yang penting media tanam tidak kering kerontang. Kalau sudah muncul 3–4 helai daun sejati dan terlihat kuat, baru dipindah ke wadah yang lebih besar atau tetap di karung tapi ditata lebih renggang. Pupuk tambahan bisa pakai kompos halus atau pupuk cair organik dosis rendah. Menurutku, konsep “numpang di tabulapot” seperti ini cocok banget buat yang tinggal di rumah kecil atau kost-an. Satu pot besar bisa jadi mini kebun: ada pohon caisim atau sawi caisim, ada alpukat di tengah, dan mungkin bisa ditambah tanaman lain yang akarnya dangkal. Yang penting jangan sampai rebutan nutrisi dan cahaya, jadi tetap diatur jarak dan intensitas sinarnya. Pengalaman ini bikin aku sadar kalau berkebun di rumah itu nggak harus nunggu punya tanah luas. Karung bekas, pot pohon alpukat, sudut teras, semua bisa dimanfaatkan. Yang penting mau coba dulu, nanti lama-lama ketemu sendiri cara paling cocok buat kondisi rumah kita.

3 komentar

Gambar bd.Anty
bd.Anty

seru bgt bisa berkebun dirumah kak 🤩

Lihat lainnya(2)