aku memaafkan tapi kalau jaga jarak boleh kan? supaya tidak muncul rasa kecewa nya 🙏 #RealitaDewasa #memaafkan #hijrah #ustadzahhalimahalaydrus
Dalam pengalaman pribadi saya, memaafkan bukan berarti harus dekat kembali seperti dulu. Kadang, menjaga jarak justru menjadi cara terbaik agar hati tidak terluka lagi dan bisa benar-benar pulih. Seperti yang diajarkan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus, hati yang kotor karena dendam dan kebencian sulit untuk menjadi mulia di mata Allah. Saya pernah merasa sulit memaafkan seseorang yang sangat dekat, namun dengan mencoba mengucapkan doa memaafkan seperti yang disarankan, saya mulai merasakan kedamaian di hati. Namun, saya juga memilih untuk menjaga jarak demi melindungi diri dari rasa kecewa yang berulang. Menjaga jarak di sini bukan berarti bermusuhan atau berpaling, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk sembuh dan berkembang. Hal ini membantu saya tetap tegar dan fokus pada hijrah pribadi yang lebih baik. Pengalaman ini mengajarkan bahwa memaafkan adalah bentuk kelembutan hati, sementara menjaga jarak adalah bentuk self-care yang diperlukan agar emosi tetap stabil dan hati tidak tercemar kebencian. Bagi siapa saja yang mengalami hal serupa, tidak perlu merasa bersalah untuk menjaga jarak setelah memaafkan. Ini sebuah proses dalam menjaga kebersihan hati dan kedewasaan emosional, agar kita bisa melangkah maju dengan hati yang lebih ringan dan jiwa yang lebih tenang.












