day 3 di tambak udang #fyp #tranding #iburumahtangga #adayinmylife
Day 3 di tambak udang vaname tuh kerasa banget bedanya sama hari-hari biasa di rumah. Biasanya sibuk beresin kerjaan domestik, kali ini aku ikut suami ke kolam udang, sekalian belajar sedikit soal tambak. Sambil nunggu dia cek kincir dan kasih pakan udang, aku ambil lalapan di samping tambak. Di sini ada tanaman kayak kemangi, timun, sama sayuran lain yang sering kami petik mendadak buat teman makan. Dari kacamata ibu rumah tangga, punya atau ngerawat kolam udang vaname itu mirip banget sama ngurus rumah. Harus telaten, rutin, dan nggak bisa cuek. Suami cerita, kualitas air di kolam udang vaname itu penting banget, mulai dari warna air, bau, sampai gerak udangnya. Kalau air keruh banget atau udangnya naik ke permukaan, berarti ada yang salah dan harus cepat dibenerin. Aku yang biasanya cuma dengar istilah "air harus stabil" sekarang jadi paham dikit-dikit, ternyata rumit juga. Yang aku suka, suasana di tambak itu tenang. Angin sepoi-sepoi, suara mesin kincir air muter, terus sesekali kelihatan udang loncat-loncat di permukaan. Sambil duduk di pinggir kolam, aku bisa refleksi juga soal keuangan rumah tangga. Kolam udang vaname ini kan salah satu sumber penghasilan, jadi aku jadi lebih menghargai capeknya suami dan orang-orang yang kerja di tambak. Panen udang memang kelihatannya menyenangkan, tapi sebelum itu banyak proses yang harus dijaga setiap hari. Buat yang kepikiran mau terjun ke usaha kolam udang vaname, dari pengalamanku ikut ke tambak ini, hal yang penting banget adalah komitmen waktu. Nggak bisa cuma modal uang lalu ditinggal. Bahkan sebagai istri yang cuma ikut sesekali, aku bisa ngerasain kalau tambak itu harus sering dipantau, apalagi soal listrik buat kincir, pakan, dan kondisi cuaca. Kalau hujan deras atau panas banget, suami biasanya jadi lebih waspada. Di sela-sela itu, kegiatan kecil kayak ambil lalapan di samping tambak jadi momen simple yang nyenengin. Sayur fresh, langsung diambil dari pinggir kolam, terus dimakan bareng sambal dan udang hasil panen sebelumnya. Rasanya beda aja, mungkin karena ada rasa capek dan perjuangan juga di situ. Jadi ibu rumah tangga di dekat kolam udang vaname ternyata bisa jadi pengalaman baru yang seru, bukan cuma soal kerja fisik, tapi juga belajar hal-hal baru soal budidaya dan cari tambahan pemasukan bareng pasangan. Kalau kalian sesekali diajak ke kolam udang vaname, coba deh dinikmati prosesnya. Jalan pelan di pinggir tambak, lihat air, bantu hal-hal kecil kayak siapin makanan atau ambil lalapan di samping tambak. Kegiatan simpel kayak gitu justru bikin hari terasa lebih hidup dan makin dekat sama pasangan yang kerja di lapangan.






































