Mentor kami di Kemah Dongeng
Sebagai pendongeng kita butuh mentor yang selalu mengarahkan agar bisa jadi pendongeng handal dan profesional.
Ada yang kenal nggak dengan Mentor-mentor hebat kami ini?
Waktu pertama kali ikut Kemah Dongeng di Kampung Dongeng, aku baru sadar kalau jadi pendongeng handal itu bukan cuma soal suara lantang dan ekspresi lucu. Ada ilmunya, ada tekniknya, dan di sanalah peran mentor kerasa banget. Di kegiatan itu aku ketemu langsung sama para mentor seperti Kak Awam (Founder Kampung Dongeng Indonesia), Kak Resha, Kak Tony, dan Kak Ojan. Mereka nggak cuma kasih materi teori, tapi benar-benar nunjukin praktik langsung gimana cara membawakan dongeng yang hidup. Dari mereka aku belajar langkah-langkah dasar untuk pelan-pelan jadi pendongeng handal. Hal pertama yang ditekankan para mentor adalah niat dan tujuan. Mereka selalu bilang, "Pendongeng handal itu yang bisa menyentuh hati pendengarnya." Jadi sebelum mikirin teknik, aku diajak mikir dulu: mau menghibur saja, mau mengedukasi, atau mau menanamkan nilai tertentu ke anak-anak. Ternyata kalau tujuan kita jelas, memilih cerita dan gaya penyampaian jadi lebih gampang. Lalu kami dilatih cara mengatur suara. Mentor ngajarin pemanasan suara sederhana, latihan pernapasan, sampai cara memainkan intonasi. Aku sempat kaget, karena ternyata aku sering bicara terlalu cepat. Di situ aku dibimbing untuk melambat, memberi jeda di bagian penting, dan meninggikan suara saat bagian seru. Hal-hal kecil seperti itu yang bikin dongeng terasa lebih hidup. Di Kemah Dongeng, mentor juga banyak ngasih contoh ekspresi wajah dan gerak tubuh. Kak Tony, misalnya, sering mengingatkan supaya badan ikut bercerita. Tangan, mata, bahkan cara kita berdiri bisa mendukung cerita. Awalnya canggung, tapi setelah beberapa kali latihan di depan teman-teman, lama-lama jadi lebih berani. Rasanya menyenangkan ketika audiens mulai fokus dan ikut terbawa emosi cerita. Yang paling aku suka, para mentor selalu kasih feedback jujur tapi hangat. Setelah aku maju mendongeng, mereka komentari: bagian mana yang sudah bagus, dan bagian mana yang bisa diperbaiki. Dari situ aku ngerti kalau pendongeng handal itu dibentuk dari proses mencoba, dikoreksi, lalu coba lagi. Kalau kamu juga pengin jadi pendongeng handal, menurutku ikut kegiatan seperti Kemah Dongeng sangat membantu. Di sana kita nggak cuma belajar teori, tapi juga punya komunitas yang saling dukung. Kamu bisa tanya langsung ke mentor tentang cara memilih cerita, menghandle anak yang sulit fokus, sampai tips mengatasi gugup di depan umum. Intinya, punya mentor di dunia dongeng itu penting banget. Mereka sudah melewati banyak panggung dan pengalaman, jadi kita bisa belajar dari perjalanan mereka. Pelan-pelan, dengan latihan rutin dan bimbingan yang tepat, kita juga bisa berkembang dan jadi pendongeng yang lebih profesional dan bermanfaat buat banyak orang.





