Kebaikan umat ini diukur dari iman, amal, dan akhlaknya.
Dalam konteks nahi mungkar, tindakan yang paling bermakna adalah mengajak orang lain untuk berbuat baik dan sekaligus mencegah perbuatan yang salah atau merugikan. Contoh perilaku nahi mungkar yang saya alami termasuk menegur teman yang melakukan kebiasaan buruk dengan cara yang lembut dan penuh hikmah, serta memberikan nasihat yang membangun. Saya juga pernah mengikuti kegiatan sosial yang bertujuan untuk menolong sesama dan mengajak masyarakat sekitar agar tidak melakukan hal-hal negatif seperti membuang sampah sembarangan atau melakukan perbuatan yang melanggar norma agama. Perilaku ini mencerminkan amalan nahi mungkar, yakni menghambat kemungkaran dengan cara yang baik dan benar. Selain itu, pada kesempatan tertentu, saya tergerak untuk menyampaikan pentingnya menggunakan kekuasaan atau posisi yang dimiliki untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar sebagaimana yang diingatkan oleh Ustadz Abdul Somad. Misalnya, mendorong lingkungan kerja agar menerapkan aturan yang tidak merugikan orang lain dan menjaga kejujuran dalam setiap tindakan. Dengan mengamalkan perilaku seperti ini secara konsisten, kita tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sesuai dengan nilai-nilai keimanan serta akhlak mulia.