3/15 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai ibu dari anak lanang, aku sering banget kepikiran soal bedanya laki-laki dan wanita, terutama dalam cara kami menunjukkan kasih sayang ke anak. Dulu aku kira semua orang tua itu bakal sama aja sikapnya ke anak, tapi setelah menikah dan punya anak, baru kerasa banget kalau cara laki-laki dan wanita itu beda, meski tujuannya sama: sayang dan pengen yang terbaik buat keluarga. Misalnya soal bangun pagi dan istirahat. Aku sebagai ibu kadang lebih sensitif sama detail kecil: tidur anak cukup atau nggak, mukanya kelihatan capek atau nggak, sampai hal-hal kayak udah sarapan atau belum. Sementara suami, sebagai laki-laki, lebih fokus ke hal yang "besar" kayak gimana nanti masa depan anak, pendidikan, dan gimana cari rezeki buat mencukupi kebutuhan keluarga. Di sini aku ngerasa, laki-laki dan wanita itu saling melengkapi. Dalam Islam sendiri, peran laki-laki dan wanita juga dibedakan tapi tetap mulia dua-duanya. Laki-laki biasanya diposisikan sebagai pemimpin keluarga dan pencari nafkah, sedangkan wanita banyak diamanahi untuk mengurus rumah, mendidik anak, dan jadi penenang hati. Tapi ini bukan berarti salah satunya lebih tinggi, menurutku justru karena Allah tahu kemampuan kita berbeda. Aku sering baca kalimat penguat seperti "Allahumma baarik" biar selalu ingat kalau semua yang kita jalani ini adalah amanah. Soal cara ngomel dan memuji pun beda. Aku kadang lebih cerewet, gampang komentar kalau anak susah bangun atau kelamaan main, sedangkan suami lebih pendiam tapi sekali ngomong biasanya mengena banget. Di sini aku belajar, anak butuh kelembutan ibu, tapi juga butuh ketegasan ayah. Laki-laki dan wanita punya gaya komunikasi yang beda, dan kalau dipakai di momen yang tepat, bisa jadi kombinasi yang bagus buat perkembangan anak. Aku juga pelan-pelan belajar buat nggak membandingkan peran laki-laki dan wanita: siapa yang lebih capek, siapa yang lebih banyak berkorban. Soalnya ujung-ujungnya, yang dinilai itu keikhlasan. Daripada fokus ke "siapa yang paling benar", aku lebih milih ngobrol baik-baik sama suami, bagi tugas sebisanya, dan sama-sama saling menguatkan sebagai orang tua. Kalau kamu lagi cari jawaban soal bedanya laki-laki dan wanita dalam rumah tangga, menurutku nggak ada jawaban tunggal. Yang ada adalah gimana kalian berdua bisa saling memahami, saling menutupi kekurangan, dan sama-sama mendekat ke Allah. Karena pada akhirnya, anak-anak akan melihat dan meniru kerja sama ayah dan ibunya, bukan cuma kata-katanya.