"Bumi adalah Amanah, bukan warisan
Merawatnya adalah ketaatan
Merawat lingkungan adalah ibadah nyata wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa pemilik alam semesta".
"Marilah kita menjaga kelestarian alam wujud merawat Kehidupan '
"Baiklah manusia dan alam terhubung dalam harmoni"
Menanam pohon sebagai bentuk implementasi ekoteologi yang di gagas oleh kementerian Agama dan sebagai ucapan syukur saya karena saya dapat bergabung di keluarga besar kementerian Agama. Trimaksih pak presiden dan pak mentri🙏🙏
#kementerianagama
@kemenag_ri
@sdm.kemenag
Kemenag Riau
Kementerian Agama RI
Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia
@kemenagberdampak
Depag Bangkinang
Merawat lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi besar, tetapi juga tanggung jawab individu yang sadar akan pentingnya kelestarian alam. Dari pengalaman pribadi saya, menanam pohon memberikan rasa kedamaian tersendiri sekaligus kontribusi nyata terhadap keseimbangan ekosistem di sekitar. Aktivitas ini juga mengajarkan kesabaran dan kepedulian yang mendalam terhadap makhluk hidup lain. Dalam konteks ekoteologi, yang memang digagas oleh Kementerian Agama RI, menanam pohon menjadi wujud implementasi ajaran agama yang menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan. Ekoteologi menekankan bahwa merawat alam adalah bentuk ketaatan sekaligus ibadah nyata. Hal ini memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan melalui harmoni yang terjalin bersama keindahan dan kesejukan bumi. Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, bergabung dalam kegiatan penanaman pohon memberi saya perspektif baru tentang betapa besar peran institusi agama dalam menjaga lingkungan. Ini juga menjadi ajakan bagi setiap orang untuk ikut andil dalam menjaga bumi, tidak hanya untuk generasi sekarang, tapi juga untuk masa depan yang lebih baik. Menanam pohon bukan sekadar menanam bibit, tetapi juga menanam harapan akan keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan yang seimbang. Dalam kegiatan ini, kita diajak untuk mengingat bahwa bumi adalah amanah yang harus dirawat dengan penuh ketaatan dan tanggung jawab. Selain berkontribusi terhadap lingkungan, kegiatan ini juga mempererat silaturrahim antar sesama peserta yang memiliki visi yang sama. Dengan merawat alam, kita sekaligus menjaga warisan budaya dan moral yang ditanamkan oleh para leluhur kita, sesuai dengan nilai-nilai ekoteologi. Kementerian Agama melalui program ini menunjukkan bahwa agama dan lingkungan dapat berjalan beriringan, mencapai tujuan bersama dalam menyejahterakan semua makhluk. Melalui pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa setiap perubahan besar dimulai dari langkah kecil, seperti menanam satu pohon. Mari bersama-sama terus menjaga kelestarian alam sebagai wujud nyata syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan sebagai kontribusi untuk dunia yang lebih baik dan sejuk.