Toddler 3 tahunku🧸🫶
Mengasuh toddler usia 3 tahun memang penuh tantangan dan kebahagiaan yang tak terduga. Dari pengalaman saya, rutinitas seperti mandi bersama, mengajari sholat, dan belajar ngaji sangat membantu membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Seringkali toddler memiliki energi yang luar biasa, dan sebagai orang tua saya belajar untuk sabar menghadapi tingkah laku mereka, misalnya saat gerakan sholat masih belum sempurna atau saat mereka asyik bermain dan ngobrol sendiri. Hal penting yang saya temukan adalah konsistensi dalam mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan membiarkan mereka mencoba sendiri, seperti memegang bedak saat jajan. Kegiatan jajan bersama juga menjadi momen belajar yang menyenangkan, anak bisa berlatih memilih dan mengungkapkan keinginannya dengan kata 'minta jajan'. Meski terkadang pilihannya banyak dan sulit fokus, hal ini mengajarkan mereka tentang kebebasan dalam batasan yang diberikan. Dominasi tontonan seperti TikTok kadang membuat anak meniru gaya bos-bos, jadi pengawasan dan pengalihan aktivitas ke hal yang lebih positif sangat membantu. Selain itu, mengajak anak bermain dengan saudara atau teman sebaya di luar rumah juga menunjang perkembangan sosialnya. Melihat reaksi anak saat melihat ayam berantem misalnya, menjadi sarana belajar untuk memahami lingkungan dan rasa takut secara perlahan. Kesimpulannya, setiap aktivitas sederhana dalam sehari-hari seperti mandi, jajan, sholat, dan ngaji memiliki nilai besar untuk tumbuh kembang balita. Penting bagi kita sebagai orang tua untuk terus belajar dan menerapkan pendekatan yang penuh kasih sayang dan sabar agar anak merasa nyaman dan termotivasi dalam belajar dan berkembang.






















































