Ritus & Langgam: Ulasan Karya Serial Jejak & Ingatan
Draf ini sudah melakukan tugas pertamanya dengan sangat baik. Penulis berhasil menangkap denyut emosi yang otentik. Kegelisahan tokoh perempuan terasa nyata dan dekat. Kata-kata seperti bosan dengan hal yang sama dan rasa tidak layak di hadapan anak Kiai adalah intisari dari konflik batin yang kuat. Penulis juga berhasil menciptakan momen intim antara dua tokoh, yaitu percakapan malam yang hanya terjadi antara dua orang yang telah saling mengenal selama sepuluh tahun. Inilah bahan baku yang bagus untuk diolah lebih lanjut.
Namun karena draf ini masih mentah, wajar jika ada beberapa bagian yang terasa kasar atau belum selesai. Sifat mentahnya justru memperlihatkan apa yang menjadi fokus penulis pada saat menulis. Penulis tampak berkonsentrasi pada merangkai dialog yang hangat dan menenangkan. Tugas selanjutnya adalah membumikan kehangatan itu ke dalam adegan yang lebih hidup.
Ada dua hal yang wajar ditemukan dalam draf seperti ini. Pertama, resolusi yang terlalu cepat. Dalam draf awal, penulis biasanya ingin segera menyampaikan pesan utama, yaitu bahwa cinta itu teguh. Karena itu, konflik diselesaikan dengan sangat mudah. Hal ini wajar dan tidak perlu disesali. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memberi ruang pada ketegangan. Penulis bisa membiarkan jawaban tokoh lelaki menggantung sejenak. Tokoh lelaki bisa terdiam, atau bahkan menunjukkan keraguan sesaat, agar pembaca ikut merasakan tarik-menarik antara keyakinan dan ketakutan.
Ulasan karyanya akan kami tayangkan besok di situs resmi Ritus & Langgam, jika ingin membaca akan ada di Ranah Anotasi dan subrubrik Ulasan Karya.
#ulasanprosa #prosacinta #karyasastra
Apa pendapatmu tentang menulis prosa liris?














































🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩