pengalaman pertama jualan d jalan sentai deket rumah ...
di temenin bocil ku masyaallah matur suwun ya nak udah mu d ajak berjuang bersama,sehat selalu
2025/9/21 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJadi waktu pertama kali nekat jualan di jalan sentai deket rumah, aku sempat ragu karena di situ ada papan bertuliskan "STOP ADA KEGIATAN WARGA" atau kadang juga aku lihat tulisan kayak "MOHON MAAF ADA KEGIATAN WARGA". Awalnya mikir, boleh nggak ya jualan di situ, jangan sampai malah ganggu jalan atau kegiatan warga sekitar.
Akhirnya aku pilih tempat yang agak pinggir, nggak nutup jalan, sambil tetap jaga kebersihan dan sopan santun. Kalau ada yang lewat atau warga sekitar, aku selalu bilang pelan, "maaf ya Pak/Bu kalau agak mengganggu, saya baru belajar jualan." Ternyata banyak yang respon baik, malah ada yang senyum dan sengaja mampir beli. Dari situ aku belajar, penting banget untuk hormat sama lingkungan sekitar kalau kita mau jualan di pinggir jalan.
Papan "stop ada kegiatan warga" itu biasanya dipasang kalau di daerah situ lagi ada acara warga, kerja bakti, pengajian, atau sekadar pembatas biar kendaraan pelan. Jadi kalau lihat tulisan begitu, aku usahakan jualannya nggak di tengah-tengah jalan, dan kalau sewaktu-waktu diminta geser sama panitia atau warga, ya aku siap pindah. Toh rezeki sudah diatur, yang penting kita tetap ikhtiar dengan cara yang baik.
Di momen itu aku ditemani bocilku, duduk manis di samping kotak jualan es mambo. Rasanya campur aduk: capek, senang, haru. Setiap ada yang beli, aku dalam hati selalu bilang, "Masya Allah, Allahumma barik." Banyak yang penasaran, "Allahumma barik artinya apa sih?" Setahu aku, secara sederhana itu doa meminta keberkahan dari Allah. Jadi bukan cuma minta laris, tapi minta supaya uang dan usaha ini jadi berkah, bawa kebaikan buat keluarga.
Sekarang tiap kali mau mulai jualan, apalagi di tempat umum yang dekat kegiatan warga, aku biasakan beberapa hal kecil:
1. Perhatikan dulu ada papan pengumuman kayak "mohon maaf ada kegiatan warga" atau "stop ada kegiatan warga". Kalau ada, aku cari posisi yang aman dan nggak ganggu.
2. Sapa warga sekitar, minimal senyum atau ucap salam. Biar mereka tahu kita bukan asal taruh lapak.
3. Jaga sikap dan kebersihan. Sampah dari plastik es, aku kumpulin sendiri, jadi tempat tetap rapi.
4. Jangan lupa baca doa, misalnya "Allahumma barik lana" atau "Allahumma barik" sambil berharap usaha kecil ini jadi jalan rezeki yang baik.
Buat yang baru mau mulai jualan di pinggir jalan dekat rumah, jangan minder. Mulai saja dari kecil, pelan-pelan. Yang penting jaga adab ke warga sekitar, minta izin kalau perlu, dan jangan lupa libatkan anak kalau memang memungkinkan. Selain belajar soal uang dan usaha, mereka juga belajar arti perjuangan dan tawakal sejak kecil.