... Baca selengkapnyaAku tuh dulu tipe yang kalau ada masalah dikit aja, langsung kepikiran sampai berhari-hari. Tidur susah, jantung suka berdebar sendiri, terus jadi gampang nangis. Dari situ aku mulai serius nyari doa biar nggak overthinking, bukan cuma tips psikologi aja, tapi juga pegangan dari Al-Qur'an dan hadits.
Salah satu yang paling kerasa efeknya buat aku adalah baca Al-Mu'awwidzatain sebelum tidur, yaitu surat Al-Falaq dan An-Naas, plus juga Al-Ikhlas. Di gambar yang aku share ada tulisan tentang kegelisahan, susah tidur, dan bisikan syaitan. Itu relate banget, karena overthinking itu sering datang justru pas suasana udah sepi. Sekarang aku biasain sebelum tidur: wudhu dulu kalau bisa, baca Ayat Kursi, lalu Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, masing-masing tiga kali. Setelah itu baru baca doa yang dari hati, pakai bahasa sendiri, curhat sama Allah tentang hal-hal yang lagi bikin cemas.
Selain itu, zikir pendek juga bantu banget. Di sajadah, aku sering ulang-ulang: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, dan Laa haula wa laa quwwata illaa billah. Bukan cuma di waktu khusus, tapi juga saat lagi di jalan, nunggu antrean, atau tiba-tiba kepikiran hal yang bikin cemas. Semakin sering diulang, makin kerasa kalau hati tuh pelan-pelan lebih tenang, kayak di-rem biar nggak lari ke skenario-skenario negatif.
Doa Nabi Yunus, "La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin" juga aku pakai pas ngerasa hidup lagi random banget, kayak di teks "POV hidupmu lagi random terus ketemu doa ini". Rasanya cocok banget, karena doa ini diajarkan saat Nabi Yunus lagi dalam kondisi sangat terjepit. Jadi kalau aku lagi ngerasa nggak sanggup, aku baca ini berkali-kali sambil tarik napas dalam.
Ada juga doa Nabi Musa yang sering aku baca kalau merasa banyak banget tugas dan beban pikiran: doa untuk kelapangan dada dan kemudahan urusan. Versi sederhananya, aku minta, "Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, dan kuatkan aku menjalani hari ini." Sesimpel itu, tapi terasa banget bedanya ketika dibaca sambil benar-benar pasrah.
Buat kamu yang lagi nyari doa biar nggak overthinking, saran dari aku: jangan cuma fokus hafalin teksnya, tapi juga bangun kebiasaan. Misalnya, setiap kali mulai mikir berlebihan, langsung stop sebentar, tarik napas, lalu baca salah satu zikir: Laa haula wa laa quwwata illaa billah atau La ilaha illallah. Anggap itu tombol "pause" untuk pikiran kamu.
Terakhir, ingat ayat yang bilang kalau dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Overthinking itu manusiawi, tapi jangan dibiarkan sendirian. Bawa kegelisahan itu dalam doa. Pelan-pelan, kamu bakal ngerasa lebih kuat dan nggak gampang ke-distract sama pikiran negatif sendiri.