... Baca selengkapnyaJujur, dulu pas pertama kali dengar istilah "syahid adalah" aku kirain cuma soal orang yang meninggal di medan perang. Ternyata setelah ikut kajian dan baca penjelasan ustadz, makna mati syahid itu lebih luas, ada yang namanya syahid dunia, ada juga syahid akhirat (syahid hukmi). Dari situ aku baru ngeh, cinta yang kelihatannya sepele pun bisa jadi jalan kemuliaan kalau kita sikapi dengan benar.
Secara sederhana, mati syahid artinya meninggal dalam keadaan mulia di sisi Allah karena sebab-sebab tertentu. Ada yang syahid karena perang, ada yang karena sakit tertentu, tenggelam, dan lain-lain. Nah, yang dibahas di Dzammul Hawa itu termasuk kategori syahid akhirat: orang yang jatuh cinta, lalu menjaga iffah (kesucian diri), menyembunyikan perasaan, bersabar sampai akhir hayat, dan nggak melanggar syariat.
Di poin "menjaga iffah" ini kerasa banget tantangannya. Di zaman sekarang, dekat dikit sama gebetan aja rasanya pengin update story, VC sampai malam, atau jalan berdua (khalwat) dengan alasan "kan cuma teman". Padahal justru di situ ujian terbesarnya. Aku pribadi pernah di fase suka sama seseorang tapi sengaja banget jaga jarak: nggak chat kecuali perlu, nggak cari-cari perhatian, bahkan unfollow sementara biar hati lebih tenang. Bukan karena sok suci, tapi tahu diri kalau hati ini gampang baper.
Lalu soal "menyembunyikan perasaan". Buat sebagian orang, ungkapin cinta itu melegakan. Tapi dalam kasus tertentu, apalagi kalau dia sudah dekat dengan orang lain atau beda status, justru menahan diri bisa jadi pilihan terbaik. Daripada nekat dan ujungnya jadi pelakor, lebih baik fokus memperbaiki diri. Aku pernah mencoba nulis perasaan di jurnal pribadi, curhat ke Allah lewat doa, bukan ke orangnya. Rasanya memang perih, tapi lama-lama hati lebih lapang.
"Bersabar dan ridha" juga bukan berarti pasrah tanpa usaha. Kalau memang masih mungkin dan halal, silakan ikhtiar yang baik: minta tolong orang tua, perantara yang terpercaya, atau doa minta dipertemukan dalam jalan yang diridhai. Tapi kalau semua tanda mengarah ke "bukan jodohmu", di situ kita belajar ridha. Percaya kalau syahid akhirat itu bukan soal berhasil memiliki, tapi berhasil mengalahkan hawa nafsu.
Buat kamu yang lagi di posisi cinta diam-diam, mungkin sambil minum kopi latte sendirian dan overthinking, coba tanyakan ke diri sendiri: mau pilih jalan instan yang melanggar syariat, atau jalan berat yang justru bisa jadi pahala besar? Kalo bisa dapat pahala syahid dan kemuliaan di akhirat karena menjaga cinta dengan cara halal, buat apa jadi pelakor? Lebih baik sakit sekarang tapi mulia, daripada senang sebentar tapi menyesal panjang.
Akhirnya, pemahaman tentang syahid adalah pengingat bahwa hidup kita bukan cuma soal bahagia di dunia. Cinta nggak selalu harus berujung memiliki, tapi selalu bisa kita jadikan wasilah untuk lebih dekat kepada Allah kalau kita jaga dengan benar.
udah jarang banget kak orang seperti ini 🥺