Mulai hari ini, yuk upgrade mental kita jadi sekuat baja!
1. Stop Comparing: Hapus timeline yang bikin kamu minder. Fokus pada versi terbaik dirimu.
2. Ucapkan "Bismillah" & "Alhamdulillah": Ucapkan Bismillah saat mulai tugas (dari nyuci sampai kerjaan online) dan Alhamdulillah saat selesai atau saat ada masalah.
3. Cari Support System: Ngobrol dan curhat sama teman IRT yang sefrekuensi (atau sharing di kolom komentar ini juga boleh!).
Kamu nggak sendirian kok, Mental Baja itu bukan berarti nggak pernah sedih, tapi cepat move on karena yakin semua adalah takdir terbaik dari Allah.
... Baca selengkapnyaDulu aku sering banget ngerasa rapuh, gampang nangis kalau dibandingin sama ibu-ibu lain yang kelihatannya selalu sempurna. Dari situ aku mulai cari tahu, gimana sih caranya punya "mental baja" tapi tetap lembut hati sebagai istri dan ibu. Akhirnya aku ketemu konsep ridha: menerima sambil terus berusaha.
Buat aku, mental baja itu bukan berarti kita gak pernah capek atau sedih, tapi gimana kita bisa bangkit lagi karena yakin semua datangnya dari Allah. Ridha sama peran juga penting. Ada hari-hari ketika pekerjaan rumah numpuk, anak rewel, suami lembur, dan aku ngerasa "kok hidup aku cuma gini-gini aja?". Pelan-pelan aku belajar ngomong ke diri sendiri, "Aku ridha jadi ibu & istri, ini jalan yang Allah pilihkan. Dari sini insyaAllah banyak pahala yang cuma aku yang bisa ambil." Aneh tapi nyata, begitu cara pandang berubah, hati jadi lebih kuat.
Untuk melatih mental baja, aku coba tiga kebiasaan kecil:
1. Setiap bangun pagi, niatkan lagi: hari ini aku mau jalani peran sebagai istri dan ibu karena Allah. Baca Bismillah sebelum nyapu, sebelum masak, bahkan sebelum buka chat kerjaan online.
2. Kalau lagi ketemu ujian, entah rezeki seret atau capek ngurus rumah, aku usahakan istighfar dulu, lalu ingat QS. Al-Baqarah: 156 bahwa semua ini milik Allah dan pasti ada hikmahnya.
3. Di malam hari, sebelum tidur, aku tulis atau sebut pelan-pelan 3 hal kecil yang aku syukuri hari ini. Misalnya: anak makan lahap, sempat salat tepat waktu, atau cuma sempat nyeruput kopi panas. Simple, tapi efeknya ke mental kerasa banget.
Konsep ridha juga bikin aku lebih santai soal rezeki. Dulu suka iri lihat orang lain lebih mapan. Sekarang aku coba fokus ke janji Allah di QS. Ibrahim: 7, kalau bersyukur maka nikmat akan ditambah. Jadi, ketimbang ngeluh, aku belajar bilang, "Alhamdulillah, mungkin ini yang paling pas buat aku sekarang." Dari situ, rasa cemas jadi lebih turun dan mental terasa lebih kokoh.
Kalau kamu juga lagi belajar punya mental baja, cobain deh: stop overthinking, perbanyak bismillah dan alhamdulillah, dan cari support system yang bikin kamu ingat Allah, bukan malah makin bandingin hidup. Pelan-pelan aja, yang penting terus jalan bareng ridha.