Jujur, kadang kalau lihat tabungan rasanya mustahil banget bisa berangkat Umroh atau Haji. Tapi, aku selalu ingetin diri sendiri kalau Tamu Allah itu adalah orang-orang pilihan yang hatinya sudah siap.
Buat teman-teman yang lagi berjuang ngumpulin dana, jangan lupa kencangin juga persiapan batinnya ya!
Semoga kita semua dimampukan untuk bersimpuh di depan Ka'bah dan berziarah ke makam Rasulullah ya. Aamiin paling kenceng! š¤²š„ŗ
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar istilah ātamu Allahā dan hadits tentang 3 panggilan Allah, aku langsung keinget rasa pengen banget berangkat Umroh atau Haji, tapi tabungan masih jauh dari cukup. Rasanya antara malu, minder, tapi juga ada harapan kecil yang bikin hati terus ke Kaābah. Dari situ aku mulai mikir: mungkin jalur langit itu bukan cuma soal dana, tapi juga soal gimana hati kita nyambung sama Allah tiap hari.
Versi yang pernah aku dengar dari kajian, 3 panggilan Allah itu di antaranya: panggilan ke shalat (adzan), panggilan untuk menunaikan ibadah haji, dan panggilan ketika ruh dicabut (kematian). Ulama banyak yang jelasin bahwa setiap panggilan itu bentuk kasih sayang Allah, bukan sekadar āperintahā yang menakutkan. Jadi kalau sekarang kita belum mampu menyambut panggilan ke Baitullah, kita masih bisa serius menyambut panggilan yang pertama: shalat.
Makanya salah satu ā3 hal kecil yang aku rutinkanā beneran aku coba terapkan:
1. **Memperbaiki shalat** ā Bukan cuma tepat waktu, tapi juga niatnya. Aku coba jaga wudhu, shalat di awal waktu, dan usahakan khusyuk walaupun masih suka ke-distract. Di sini aku ngerasa, setiap kali adzan itu kayak mini-jalur langit yang Allah bukain, seolah-olah Allah bilang, āSini, Aku panggil dulu lewat shalat sebelum kamu Kupanggil ke Baitullah.ā
2. **Sedekah pancingan** ā Karena aku IRT, pemasukan juga terbatas. Jadi aku mulai dari sedekah kecil tapi rutin, misalnya 2ā5 ribu setiap kali habis belanja, atau nyisihin uang kembalian ke kotak sedekah. Di hati aku niatkan, āYa Allah, semoga ini jadi jalan Engkau mampukan aku jadi tamu-Mu.ā Anehnya, sejak dibiasakan, rasanya lebih ringan dan rezeki tuh suka datang dari jalan yang nggak kepikiran.
3. **Mempelajari sirah Nabi** ā Salah satu jalur langit yang paling kerasa buatku adalah belajar cerita kehidupan Rasulullah. Entah lewat buku tipis, podcast, atau video pendek. Setiap kali dengar kisah Rasul dan para sahabat di Makkah dan Madinah, hati rasanya ditarik ke sana. Ini yang bikin doa untuk Umroh/Haji jadi lebih hidup, nggak sekadar āsemoga bisa ke Mekkahā, tapi bener-bener rindu menziarahi Nabi.
Untuk doa, aku pakai doa khusus yang sering ditulis di sajadah atau buku doa, isinya minta Allah memudahkan kita berkunjung ke Kaābah dan makam Rasulullah. Aku baca dalam bahasa Arab, lalu aku ulangi lagi pakai bahasa sendiri. Menurutku, yang penting hati nyambung. Aku sering baca setelah shalat, sambil ngebayangin diri sendiri sedang thawaf atau berdiri di depan Kaābah.
Kalau kamu juga lagi ngerasa kecil karena belum mampu, coba pelan-pelan mulai dari 3 hal kecil ini. Jalur langit itu kadang dimulai dari kamar kita sendiri: sajadah, doa yang diulang-ulang, sedekah sederhana, dan shalat yang dijaga. Soal kapan jadi tamu Allah di Baitullah, biar itu tetap jadi rahasia terindah antara kita dan Allah. Yang penting, setiap panggilan Allah yang sekarang bisa kita sambut, jangan sampai kita sia-siakan.
masya allah semoga aku bisa ke mekkah š¤²āŗļø