Pengalamanku punya Mushalla Pribadi 0 Rupiah!

Jadi cerita awalnya dari kita beli rumah, suamiku pengen, ruang tamu terpisah sama ruang keluarga. Maksudnya supaya menutup aurat keluarga (kamar, dapur, laundry room) jangan sampai terlihat oleh orang lain.

Jadilah, sebaris ruang tamu, lalu ruang sebelahnya dijadikan mushalla, dan kamar mandi tamu..

Tapi lama-kelamaan ruang mushalla ini makin jadi multifungsi: kadang jadi ruang kerja suami, jadi ruang aku ngonten, simpen mainan anak, sampai nyetrika pun di situ 🤣🤣

Semoga ruangan mushallaku yang apa adanya ini bisa ngasih inspirasi buat mentemen Lemonade 💛🍋

#GoodBye2025 #PengalamanKu #Lemon8Family #GebrakanLemon8 #TipsLemon8 Lemon8_ID Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT

2025/12/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu aku cari-cari gambar mushalla di internet, kebanyakan yang muncul itu mushalla mewah dan rapi banget. Padahal realitanya di rumahku, mushalla itu ya nyatu sama aktivitas sehari-hari: tempat kerja, tempat anak main, bahkan tempat nyetrika. Justru dari situ aku sadar, mushalla nggak harus sempurna, yang penting fungsinya jalan dan bikin kita betah ibadah. Buat kamu yang lagi cari inspirasi gambar mushalla pribadi di rumah, coba mulai dari sudut kosong yang udah ada. Di rumahku, mushalla pribadi 0 rupiah ini cuma memanfaatkan ruang di samping ruang tamu. Lantainya sama, dindingnya sama, aku cuma tambahin sajadah dan karpet hadiah dari mertua, plus kipas angin hadiah pernikahan. Kalau difoto dari sudut tertentu, kelihatan banget bedanya sebelum dan sesudah ditata. Tipsku kalau mau bikin mushalla multifungsi tapi tetap layak difoto: pisahkan secara visual area sholat dan area kerja/aktivitas lain. Misalnya, area sajadah dan mukena aku taruh di satu sisi dekat dinding, sedangkan printer, setrika, dan meja kerja di sisi lain. Jadi ketika diambil gambar mushalla, kamu bisa fokusin angle ke area sajadah, Al-Qur'an, dan mukena, sementara barang-barang lain nggak terlalu kelihatan. Aku juga sengaja manfaatkan dekatnya mushalla dengan kamar mandi tamu. Di foto, kadang aku sengaja nunjukin kalau di sebelah area sholat ada pintu menuju kamar mandi untuk wudhu, toilet, dan shower. Buatku, ini penting karena mushalla jadi kelihatan fungsional, bukan cuma cantik di gambar. Apalagi buat IRT milenial yang sering keburu-buru, punya mushalla dekat kamar mandi itu membantu banget. Satu lagi yang sering aku lakukan: ganti-ganti tampilan mushalla dengan mengatur ulang sajadah dan mukena. Mukena merah hadiah dari challenge "Berkah Ramadhan" dari Lemon8 itu sering aku pakai sebagai aksen warna di foto. Kadang aku gelar di atas sajadah, kadang aku gantung rapi di sisi dinding. Perubahan kecil ini ternyata bikin gambar mushalla kelihatan fresh tanpa perlu beli dekor baru. Kalau kamu punya mushalla yang masih bercampur dengan barang lain seperti setrika, keranjang laundry, atau mainan anak, nggak apa-apa. Sebelum foto, aku biasanya geser sedikit atau tumpuk rapi di satu pojok, lalu tulis jujur di caption kalau area itu nanti rencananya mau dirapikan atau dipindah. Jadi followers yang lihat gambar mushalla kita merasa relate, bukan merasa "ini rumah siapa sih yang sempurna banget". Intinya, gambar mushalla pribadi versiku itu bukan tentang keindahan maksimal, tapi tentang ruang sederhana yang benar-benar terpakai. Kalau kamu lagi bingung mulai dari mana, coba foto sudut mushalla kamu sekarang apa adanya dulu, lalu pelan-pelan atur: tambah sajadah, letakkan Al-Qur'an di rak kecil, pasang kipas, dan manfaatkan hadiah-hadiah yang ada di rumah. Dari situ, kamu bakal punya koleksi gambar mushalla yang bukan cuma estetik, tapi juga penuh cerita dan makna pribadi.

5 komentar

Gambar Selvi
Selvi

mashallah smoga aku nantinya juga punya mihrab sendiri du rumahku🥺

Lihat lainnya(2)
Gambar 𝓝𝓪𝓷𝓪𝓼 ✨
𝓝𝓪𝓷𝓪𝓼 ✨

adeem liatnya, 🥰

Lihat lainnya(1)