Pernah nggak sih ngerasa hidup lagi berat banget? Sampai rasanya mau nyerah aja. Tapi tahu nggak, seringkali ujian itu bukan bentuk kemarahan Allah, melainkan cara Allah "mencolek" kita karena kita sudah terlalu jauh.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya."
(QS. Al-Baqarah: 286).
Jadi kalau sekarang kamu lagi diuji, artinya Allah tahu kamu KUAT.
... Baca selengkapnyaAku pernah ada di fase di mana tiap hari rasanya cuma bisa bilang, "Ya Allah, ujian-Mu sungguh luar biasa..." Bukan karena lebay, tapi beneran sampai titik hampir nyerah. Tapi justru di titik itu aku pelan-pelan paham, ternyata ini bentuk kasih sayang Allah, bukan azab.
Satu hal yang menguatkanku adalah belajar mengucap dengan sadar, "Terima kasih atas ujian-Mu ya Allah." Awalnya berat banget, karena di hati masih penuh tanya, kenapa harus aku, kenapa harus seberat ini. Tapi setiap kali aku paksa diri buat husnudzon, hati jadi sedikit lebih lembut dan mudah tersentuh. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dulu terasa biasa, tiba-tiba bisa bikin nangis sendiri.
Dari situ aku mulai coba jadi "bestie" sama Al-Qur'an. Nggak langsung rajin, kadang masih bolong-bolong, tapi aku niatkan tiap kali baca, aku minta: "Ya Allah, tolong jelaskan ke aku, apa makna di balik ujian ini?" Ajaibnya, sering banget ayat yang kebaca pas banget sama kondisi yang lagi aku hadapi. Seolah Allah lagi jawab satu-satu isi kepalaku.
Ujian juga pernah datang lewat hati yang dipatahkan dari orang yang salah. Dulu aku sempat marah, kecewa, ngerasa digantung. Tapi kalau inget QS. Al-Baqarah: 216 tentang bisa jadi kita benci sesuatu padahal itu baik buat kita, aku jadi lebih tenang. Sekarang kalau ingat masa itu, bukannya sakit, malah bilang, "Ya Allah, makasih sudah jaga aku dari yang bukan terbaik."
Satu lagi yang bikin aku yakin ujian ini bentuk kasih sayang Allah adalah munculnya pertolongan kecil yang tak disangka. Kadang dalam bentuk doa orang tua, kadang temen tiba-tiba transfer, ada kerjaan dadakan, atau cuma pesan singkat yang bunyinya, "Aku doain kamu ya." Hal-hal kecil begitu bikin aku ngerasa, Allah nggak pernah benar-benar ninggalin.
Kalau kamu lagi di fase berat dan ngerasa ujianmu luar biasa, coba pelan-pelan ubah doa, dari yang tadinya cuma, "Ya Allah, kenapa aku?" jadi, "Ya Allah, ajari aku apa yang Engkau mau dari ujian ini." Tulis di jurnal, ceritakan perasaanmu, lalu tutup dengan kalimat, "Aku percaya ini bentuk kasih sayang-Mu." Nggak apa-apa kalau belum ikhlas sepenuhnya, yang penting kamu terus berusaha.
Semoga kita bisa sama-sama belajar melihat ujian bukan cuma sebagai beban, tapi sebagai cara Allah menarik kita pulang, melunakkan hati, dan mendekatkan kita pada takdir terbaik yang sudah Dia siapkan.
masyaAllah bbrpa aku mengalami kak...makasih udah ingatkan ttg Allah yg 'MAHA'