Berawal dari 3 tahun pertama pindah rumah, kamar tengah mendadak berubah jadi gudang, walaupun kadang kesel kadang bersyukur juga dengan jadi bercandaan "Masyaallah yaa kita punya walking closet".
Karena kamar tengah ini jadinya separuh lemari pakaian, separuh lemari buku dan dicampur mainan..
Setiap pekan suamiku punya dua hari libur: Kamis dan Jum'at. Yang selalu direncanakan untuk beresin kamar tengah ini.. Aku pernah beresin, sampai setengah kosong! lalu penuh lagi karena mainan anak dan jaket serta tas yang naroknya asal lempar 😮💨😩😵💫🙃
Pekan ini, beliau bilang lagi: Kamis Jum'at ini gak usah kemana-mana ya, kita beresin kamar tengah. Katanyaaa.. Oke, tapi Kamis berlalu gitu aja..
Jadi Jum'at aku kuatkan tekad dan semangat buat beresin kamar tengah sejak Subuh-Maghrib!
Yang jelas: debu!!
Hasilnya: sesak suamiku kambuh 😅 abis itu beliau jadi kesel sendiri karena aku curi start beresinnya, soalnya dia mau fokus beresin apa, aku malah beresin apa 🤣😌 "Gak kerjasama nih!" katanya kesel.
... Baca selengkapnyaPengalaman beres-beres kamar tengah ini benar-benar relatable untuk banyak keluarga yang ruangnya sering berubah fungsi dari waktu ke waktu. Ruang yang awalnya dimaksudkan untuk kamar tidur, lambat laun bisa berubah jadi gudang sementara, khususnya ketika ada banyak barang seperti pakaian, mainan anak, dan buku yang tidak bisa langsung tertata rapi. Saya sendiri pernah menghadapi situasi serupa, di mana kamar cadangan atau kamar tengah menjadi tempat penampungan barang yang membuat ruangan terasa penuh dan berantakan.
Hal yang paling menantang saat beres-beres adalah mempertahankan semangat dan kerja sama anggota keluarga. Seperti cerita di sini, walau suami sudah merencanakan hari libur untuk bersih-bersih, terkadang ada momen miskomunikasi yang lucu karena masing-masing punya cara dan prioritas berbeda dalam membereskan. Bahkan, kekambuhan asma akibat debu juga menjadi tantangan tambahan yang harus dihadapi dengan sabar.
Buat saya, kunci agar proses ini berjalan lebih lancar adalah membuat perencanaan kecil, misalnya menentukan bagian mana yang akan dibereskan terlebih dahulu dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan lupa pakai masker saat membersihkan debu tebal supaya kesehatan tetap terjaga. Jangan ragu menggunakan kotak atau wadah khusus untuk mengelompokkan barang agar mudah ditemukan dan rapi.
Selain itu, membuang atau menyumbangkan barang yang sudah tidak terpakai juga penting untuk mengurangi volume tumpukan. Dengan begitu, kamar bisa lebih lega dan lebih mudah dirawat. Saya merasakan, meskipun awalnya melelahkan dan penuh debu, hasil akhirnya sangat memuaskan karena bisa menciptakan ruang yang lebih nyaman dan tertata.
Akhir kata, weekend beres-beres bersama keluarga bisa menjadi momen berharga untuk bonding, sambil menciptakan ruang yang lebih fungsional. Jangan lupa, nikmati prosesnya dan ambil hikmahnya meskipun tidak selalu berjalan mulus. Semoga cerita ini bisa menginspirasi dan memotivasi teman-teman yang juga sedang berjuang mengatur rumah agar tetap nyaman dan rapi.
sepill koleksi buku nya dooong🤩