Bukan Benci, Ini Alasan Islam Air Liur Guguk Najis
Waktu aku kecil dan tinggal di lingkungan yang mayoritas nonis, beberapa tetanggaku ada yang pelihara guguk. Trus waktu main di rumah salah seorang temenku, kaki ku dicium guguk, guguknya temenku itu lucu.. jadi aku anggep biasa aja..
Tapi besokannya aku cerita sama kakak perempuanku, trus dia kaget dong.. kaget yang campur panik, trus kaki ku beliau bersihin pakai tanah.
𝙀𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙤𝙠 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙄𝙨𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙧𝙖 𝙖𝙣𝙟𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙖𝙞𝙧 𝙡𝙞𝙪𝙧𝙣𝙮𝙖?
Nah, kali ini aku mau share santai soal kenapa anjing itu haram/najis dalam pandangan Islam, tapi kita bahas juga dari sisi medisnya ya. Yuk, simak!
𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗦𝗶𝗵 𝗔𝗻𝗷𝗶 𝗻𝗴 "𝗗𝗶𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴" 𝗱𝗶 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺?
Sebenarnya, Islam itu agama yang sangat menyayangi binatang, kok. Tapi, khusus untuk anjing, ada aturan "spesial".
1. 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗦𝗶𝘀𝗶 𝗔𝗴𝗮𝗺𝗮
Anjing dikategorikan sebagai Najis Mughallazah (najis berat). Rasulullah SAW bersabda:
"𝑺𝒖𝒄𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒋𝒂𝒏𝒂 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊 𝒂𝒏𝒕𝒂𝒓𝒂 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒋𝒊𝒌𝒂 𝒅𝒊𝒋𝒊𝒍𝒂𝒕 𝒂𝒏𝒋𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒖𝒄𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌 𝒕𝒖𝒋𝒖𝒉 𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 (𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂) 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒂𝒉." (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bukan berarti kita boleh menyiksa anjing ya! Kita tetap harus baik, tapi memang ada batasan untuk tidak memeliharanya di dalam rumah kecuali untuk keperluan menjaga kebun atau berburu.
2. 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗦𝗶𝘀𝗶 𝗠𝗲𝗱𝗶𝘀 (𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻)
Ternyata, aturan ini ada rahasia kesehatannya, lho!
• Cacing Pita & Bakteri: Air liur dan bulu anjing berpotensi membawa telur cacing Echinococcus granulosus dan bakteri Pasteurella multocida.
• Risiko Rabies: Penyakit rabies yang sangat berbahaya bagi saraf manusia seringkali ditularkan melalui air liur anjing.
• Mengapa Pakai Tanah? Secara sains, tanah mengandung unsur yang bisa menetralkan kuman dan bakteri yang tidak bisa hilang hanya dengan air atau sabun biasa. Keren ya, ilmu agama sejalan dengan medis!
𝗔𝗽𝗮 𝗔𝗷𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗡𝗮𝗷𝗶𝘀?
Nggak semua bagian anjing otomatis bikin kita harus cuci 7 kali kalau cuma sekadar "melihat" ya. Yang termasuk najis adalah:
• Air Liur: Ini yang paling utama.
• Kotoran & Air Seni.
• Bagian Tubuh yang Basah: Kalau anjingnya basah atau kita yang basah lalu bersentuhan, itu terhitung najis.
𝗧𝗶𝗽𝘀 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗮𝗷𝗶𝘀 𝗔𝗻𝗷𝗶𝗻𝗴 (𝗦𝗲𝘀𝘂𝗮𝗶 𝗦𝘆𝗮𝗿𝗶𝗮𝘁)
Jangan panik kalau nggak sengaja kena! Ini cara bersihkannya supaya ibadah kita tetap sah:
• Siapkan Air & Tanah: Ambil air bersih dan sedikit tanah/debu yang suci.
• Basuhan Pertama dengan Tanah: Campur air dengan tanah sampai keruh, lalu basuhkan ke bagian yang terkena najis.
• Lanjut 6 Kali Basuhan Air: Bilas bagian tadi sebanyak 6 kali lagi dengan air bersih sampai sisa tanahnya hilang dan bersih sempurna.
• Pastikan Bau & Warna Hilang: Pastikan bekas najisnya sudah nggak berbekas ya.
𝙎𝙚𝙡𝙛-𝙍𝙚𝙢𝙞𝙣𝙙𝙚𝙧: Kita dilarang menyentuh bukan berarti boleh membenci. Tetap kasih makan kalau ada anjing kelaparan di jalan, tapi tetap jaga jarak aman ya, Lemonades!
Gimana menurut kalian? Ada yang punya pengalaman unik saat harus bersih-bersih najis?
#Hello2026 #PengalamanKu #TipsLemon8 #religiousbelief Lemon8_ID Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT
Pas makin dewasa dan sering ikut kajian, aku baru sadar kalau banyak dari kita cuma tahu "air liur anjing itu najis berat", tapi nggak paham perbandingannya dengan najis lain. Padahal, kalau ngerti jenis-jenis najis, kita jadi lebih tenang dan nggak lebay atau sebaliknya malah cuek. Kalau di pelajaran fiqih, najis itu dibagi beberapa kategori. Yang sering dibahas bareng soal liur anjing adalah najis mughallazah (najis berat) dan najis mukhaffafah (najis ringan). Contoh najis ringan itu misalnya kencingnya bayi laki-laki yang masih ASI eksklusif menurut sebagian ulama. Cara bersihkannya pun lebih simple, cukup diperciki atau disiram air sampai hilang sifat najisnya. Beda banget sama air liur anjing yang wajib dicuci tujuh kali dan salah satunya pakai tanah. Jadi kelihatan kan, level kehati-hatian yang diminta syariat. Di tengah-tengah ada najis mutawassithah (sedang) seperti kotoran manusia, darah yang mengalir, atau kotoran hewan lain. Ini juga wajib dibersihkan sampai hilang bau, warna, dan rasanya, tapi nggak ada aturan khusus harus tujuh kali dan pakai tanah. Dari sini aku jadi mikir: "Oh, berarti secara syariat, air liur anjing memang punya status khusus, bukan sekadar sama saja dengan najis lain." Aku juga sempat kepo, apakah ada yang lebih najis dari air liur anjing? Jawabannya, dalam banyak kitab fiqih, liur anjing dan babi itu termasuk yang paling berat cara mensucikannya. Bahkan ada yang menyebutkan, kalau sesuatu terkena liur anjing dan babi, keduanya sama-sama diperlakukan sebagai najis mughallazah. Jadi bukan cuma soal anjing saja. Dari sisi kesehatan, waktu ngobrol dengan teman yang anak kedokteran, dia cerita soal parasit dan bakteri di air liur anjing dan babi yang bisa berbahaya banget kalau sampai masuk ke tubuh manusia. Mulai dari cacing pita sampai infeksi bakteri yang bikin komplikasi serius. Di situ aku ngerasa, ternyata aturan yang kelihatannya "ribet" ini ada hikmah medisnya juga. Yang penting, setelah paham, aku jadi nggak gampang nge-judge orang yang punya anjing untuk jaga kebun atau keamanan rumah. Islam itu aturannya detail: air liurnya memang najis, tapi bukan berarti kita boleh benci atau menyakiti. Kita tetap boleh bantu kasih makan, nolong kalau ada anjing terluka, selama kita tahu cara bersuci yang benar kalau terkena najisnya. Sekarang setiap kali lihat diskusi soal "senajis-najisnya air liur anjing", aku lebih milih jelasin pelan-pelan: bedanya najis ringan, sedang, dan berat, gimana cara nyucinya, dan kenapa liur anjing dikasih perlakuan khusus. Menurutku, paham ilmunya bikin kita lebih tenang menjalani ibadah tanpa takut berlebihan, tapi tetap menjaga kebersihan dan adab terhadap hewan.

jangankan pelihara ka.. kalau lagi jalan trus dari kejauhan ada guguk, aku puter balik cari jalan lain... takut aku. 😂